MotoGP Mandalika

Kiat Ala Marquez untuk Raih Gelar Juara Dunia MotoGP 2022: Jangan jadi Rider Kolot!

Kiat Ala Marquez untuk Raih Gelar Juara Dunia MotoGP 2022: Jangan jadi Rider Kolot!
KARIM JAAFAR / AFP
Pembalap Repsol Honda Team asal Spanyol Marc Marquez (depan) melaju selama sesi latihan bebas keempat jelang Moto GP Grand Prix Qatar di Sirkuit Internasional Lusail, di kota Lusail pada 5 Maret 2022. 

TRIBUNNEWS.COM - Marc Marquez memiliki cara khusus untuk menyikapi persaingan gelar juara dunia MotoGP 2022.

Pembalap andalan Repsol Honda ini mulai mengambil langkah agar dirinya tak bersikap 'kolot' dalam setiap balapan.

Kolot dalam artian ini ialah mempertahankan gaya balapnya yang terkenal agresif dan penuh risiko.

MotoGP 2022 bisa dikatakan berbeda kontras dari edisi-edisi sebelumnya.

Baca juga: MotoGP Mandalika 2022 - Marc Marquez Lebih Kalem, Lebih Baik dapat Poin daripada Jatuh!

Baca juga: MotoGP Mandalika 2022: Pol Espargaro Termotivasi Jadi Juara Dunia, Siap Saingi Marquez & Quartararo

Pembalap Repsol Honda Team asal Spanyol Marc Marquez (depan) melaju selama sesi latihan bebas keempat jelang Moto GP Grand Prix Qatar di Sirkuit Internasional Lusail, di kota Lusail pada 5 Maret 2022.
Pembalap Repsol Honda Team asal Spanyol Marc Marquez (depan) melaju selama sesi latihan bebas keempat jelang Moto GP Grand Prix Qatar di Sirkuit Internasional Lusail, di kota Lusail pada 5 Maret 2022. (KARIM JAAFAR / AFP)

GP Mania kerapkali disuguhkan pertarungan grid depan yang melibatkan nama Marc Marquez, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo maupun Andrea Dovizioso.

Namun mulai MotoGP 2020, kondisi berbeda 180 derajat.

Tidak ada rider tampil dominan. Sebagai bukti sahihnya saja, Joan Mir menyabet gelar juara dunia MotoGP 2020 lewat raihan satu kali podium utama.

Situasi ini yang menjadi pertimbangan bagi The Baby Alien. Tidak ada gunanya jika dia mempertahankan gaya balap yang agresif di tengah gempuran persaingan gelar juara yang kian intens.

"Banyak perubahan, dan yang paling terasa ialah dalam dua tahun terakhir. Anda harus bersabar melihat kondisi dan menemukan solusi atas perubahan ini," buka Marc Marquez, seperti yang dikutip dari laman Motosan.

Apa yang diungkapkan juara dunia enam kali MotoGP itu dibuktikan saat balapan perdana di Qatar, akhir pekan lalu.

The Baby Alien memilih untuk mendapatkan poin ketimbang harus push habis-habisan yang memiliki potensi kecelakaan lebih besar.

Pembalap tim Gresini Racing MotoGP Italia Enea Bastianini (kanan) dan pembalap Spanyol Tim Repsol Honda Marc Marquez bersaing selama MotoGP Grand Prix Qatar di Sirkuit Internasional Losail, di pada 6 Maret 2022.
KARIM JAAFAR / AFP
Pembalap tim Gresini Racing MotoGP Italia Enea Bastianini (kanan) dan pembalap Spanyol Tim Repsol Honda Marc Marquez bersaing selama MotoGP Grand Prix Qatar di Sirkuit Internasional Losail, di pada 6 Maret 2022. KARIM JAAFAR / AFP (KARIM JAAFAR / AFP)

"Dalam MotoGP sekarang, jika saya berpikiran kolot dan mempertahankan kebiasaan, maka anda akan melihat (Marquez) finis di posisi ke-10."

Oleh karena itu, rider asal Cervera, Spanyol ini memilih untuk mengambil opsi paling rasional dengan mempertahankan posisinya dan finis di urutan kelima.

"Hasilnya, saya memilih mempertahankan (posisi kelima) dan mengoleksi 11 poin."

Kendati demikian, The Baby Alien tak serta merta menggunakan gaya balap 'safety' dalam setiap seri. Mengingat target yang dia usung di musim ini ialah gelar juara dunia.

"Namun yang perlu di garis bawahi adalah tidak semua balapan dimainkan seperti di Qatar. Soalnya targetku di musim ini adalah gelar juara dunia," tambahnya menjelaskan.

Menjadi hal yang baru tentunya bagi The Baby Alien. Di tengah perubahan radikal RC213V, Marquez mencoba mengimbanginya dengan gaya balap yang lebih woles.

(Tribunnews.com/Giri)

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

MotoGP Mandalika

KOMENTAR

Berita Terkini