Breaking News:
Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Berkunjung ke Danau Kelimutu, Jazilul Fawaid: Buka Tempat Wisata di Wilayah Zona Hijau

Tidak ada duanya dari danau tiga warna yang warna airnya bisa berubah-ubah.

travel.kompas.com
Indahnya Danau Tiga Warna di Gunung Kelimutu mendorong diadakannya perhelatan Sepekan Pesta Danau Kelimutu 2016. Perhelatan itu sudah dilangsungkan sejak 8 hingga 13 Agustus 2016 di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, menyebut Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, kaya dengan tempat tujuan wisata. Hal demikian dikatakan setelah dirinya mengunjungi Taman Nasional Danau Tiga Warna Kelimutu. “Danau Kelimutu sangat luar biasa,” ujarnya, Ende, Rabu(29/7/2020).

Diungkapkan, dirinya sering bepergian namun tidak menemukan seperti apa yang ada di Ende. “Tidak ada duanya dari danau tiga warna yang warna airnya bisa berubah-ubah,” ujar politisi PKB itu.

Danau Kelimutu menurutnya fenomena alam yang tidak bisa dirancang atau dibuat oleh manusia. Untuk itu pria kelahiran Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu berharap agar Danau Kelimutu dijaga dan diberdayakan agar mempunyai nilai manfaat bagi masyarakat dan pembangunan.

Agar pariwisata di Danau Kelimutu lebih semarak, Jazilul Fawaid mengusulkan danau yang terbentuk dari letusan gunung yang terjadi ribuan tahun yang lalu itu dijadikan satu paket dengan wisata di Labuan Bajo, yang masih satu pulau di Flores.

“Menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata,” ujarnya. “Jadi nanti satu paket dengan Labuan Bajo,” tambahnya.

Untuk mencapai hal yang demikian, menurutnya tidak hanya bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ende. Pemerintah pusat disebut juga harus ikut turun tangan mengembangkan wisata di Pulau Flores. Untuk mengembangkan sektor wisata di Danau Kelimutu, Labuan Bajo, dan tempat wisata lain di Pulau FLores, langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah membangun infrastruktur jalan dan transportasi.

“Jalan-jalan yang ada perlu diperlebar,” tuturnya.

Setelah infrastruktur terbangun, selanjutnya dan sama pentingnya, menurut Jazilul Fawaid adalah membangun sumber daya manusia yang ada. Pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu memberi saran perlu didirikan SMK di bidang pariwisata. Lulusan sekolah pariwisata inilah yang akan diserap para pelaku di sektor pariwisata.

“Jadi jangan hanya membangun jalan,” tuturnya. Perlu juga mendidik masyarakat yang ada agar bisa mendukung sektor yang dikembangkan.

“Semua harus terencana,” ungkapnya.

Jazilul Fawaid mengatakan masyarakat Ende dan Pulau Flores merupakan masyarakat terbuka sehingga mereka mau menerima wisatawan yang beragam.

Untuk mengembangkan tempat wisata, Jazilul Fawaid mengakui perlunya promosi. Dipaparkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada masa lalu mempunyai anggaran yang besar. Dari anggaran yang ada, separuh yang ada digunakan untuk melakukan promosi.

“Nah promosi belum dilakukan oleh pemerintah secara maksimal,” katanya.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved