Breaking News:
Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Buku ‘Nakhoda Menatap Laut’, Syarief Hasan: Untuk Menjadi Kenangan dan Inspirasi Bagi Milenial

Jalan yang biasa ditempuh oleh Syarief Hasan ketika pada masa itu, saat kecil, adalah melalui laut.

Istimewa
Buku ‘Nakhoda Menatap Laut’, Syarief Hasan: Untuk Menjadi Kenangan dan Inspirasi Bagi Milenial. 

Saat sekolah di Makassar, Syarief Hasan termotivasi pada dosen-dosennya yang terbilang sukses dalam kehidupan, seperti habis menempuh pendidikan di luar negeri dan memiliki mobil. “Hal-hal itulah yang memotivasi saya,” ungkapnya.

Sejak SD, dirinya mempunyai prinsip harus menguasai sesuatu yang tidak dikuasai oleh orang lain.

Dalam perjalanan selanjutnya, dirinya masuk Partai Demokrat. Di partai ini, Syarief Hasan dengan terus terang mengakui bila dirinya dibimbing dan dibina oleh SBY.

“Saya bisa beruntung dibimbing dan dibina oleh Bapak SBY. Bimbingan dan binaan dari Beliau bisa membuat saya bisa menjadi menteri, anggota DPR empat kali, dan Wakil Ketua MPR seperti saat ini,” tambahnya.

Bagi Syarief Hasan, SBY adalah presiden yang memiliki banyak kemampuan. “Ia adalah seorang jenderal, akademisi, seniman, dan juga seorang inspirator,” ungkapnya.

Syarief Hasan berharap buku yang ditulis selama 5 sampai 6 tahun itu bisa menjadi bacaan bagi masyarakat luas di samping bacaan-bacaan yang lainnya. Ia menulis buku itu setelah menjalani hidup dan takdir. Ia berpikir bagaimana kisah hidupnya itu ditulis untuk menjadi kenang-kenangan dan inspirasi bagi generasi milenial.

“Tantangan hidup yang saya alami luar biasa dan sulit diprediksi,” ucapnya.

Siti Fauziah dalam sambutan mengatakan acara ‘Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat’ yang digelar oleh Perpustakaan MPR digelar sejak tahun 2017. “Sudah banyak buku yang dibahas dalam acara itu,” ujarnya.

Allhamdulillah hari ini kita membedah buku yang berjudul ‘Nakhoda Menatap Laut’,” tambahnya. Dirinya mengakui buku yang dibagi kepada peserta itu banyak memberi inspirasi dan motivasi. “Dengan acara ini kita bisa mendapat motiviasi dan inspirasi,” ucapnya. 

Dikatakan kepada peserta, bahwa Perpustakaan MPR terbuka bagi dosen, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum. “Kami mengundang semua untuk datang ke Perpustakaan MPR,” tuturnya.

Di perpustakaan MPR disebut banyak buku-buku kajian MPR. ”Cocok untuk studi bagi mahasiswa terutama fakultas hukum,” paparnya.

Siti Fauziah bersyukur acara ‘Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat’ bisa berlangsung di tengah masa pandemic Covd-19. Meski demikian dikatakan acara yang ada menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved