Breaking News:
Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

HNW Ingatkan Pentingnya Merawat Persatuan Umat untuk Menjaga Kedaulatan NKRI.

Hidayat Nur Wahid mengingatkan pentingnya merawat dan menjaga persatuan dikalangan Umat Islam

Editor: Content Writer
MPR RI
Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA,. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., mengingatkan pentingnya merawat dan menjaga persatuan dikalangan Umat Islam sebagai wujud kontribusi untuk menjaga persatuan antara sesama anak bangsa dari sejumlah provokasi yang hendak merusaknya. “Terutama upaya mereka yang hendak memecah persatuan Umat, dengan cara mendiskreditkan Umat beragama, baik dengan memberikan stigma tidak Pancasilais dan radikal, perlakuan yang tidak adil kepada tokoh Agama, bahkan sampai menistakan agama. Itu semua merupakan provokasi yang hendak melemahkan persatuan antara sesama anak bangsa. Di bulan September seperti sekarang ini, kita diingatkan dengan Jenderal Besar A. H. Nasution yang menyampaikan bahwa PKI memakai cara adu domba antara Pancasila dengan Islam untuk merusak persatuan bangsa. Sudah tepat kalau Pimpinan PUI (Persatuan Umat Islam) pada hari ini menyegarkan ingatan sejarah dan komitmen keharusan menguatkan persatuan Umat dan Bangsa dari upaya-upaya provokasi dan adu domba serupa,” demikian disampaikan Hidayat saat memberikan sambutan dalam acara Training Intisab PD Persatuan Ummat Islam (PUI) Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2021).

Maka dari itu, Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II yang akrab dipanggil HNW ini menggarisbawahi peran penting yang diemban PUI dalam melanjutkan sejarah persatuan umat dan bangsa untuk bersama-sama sukseskan perjuangan untuk Indonesia Merdeka. Sebagaimana telah diberikan keteladanannya oleh para pendiri PUI. “KH. Abdul Halim, KH. Ahmad Sanusi, dan Mr. R. Syamsudin, ketiganya bukan hanya sebagai pendiri PUI, juga founding fathers republik ini dengan berkiprah aktif di BPUPKI. Bahkan, sesuaiu nama organisasi ‘Persatuan Ummat Islam’, beliau bertiga bersama para tokoh-tokoh ormas Islam, Partai Islam dan elemen bangsa dari beragam suku, agama dan organisasi lainnya. Mereka bersatu bersama-sama di BPUPK ikut menghadirkan keteladanan besar dalam menghadirkan toleransi, persaudaraan dan bersatu dalam kesepakatan perjuangan bagi terwujudnya Indonesia merdeka. Jauh dari egoisme, kecanggungan, arogansi, intoleransi, tetapi yang dikedepankan adalah kemaslahatan terbesar bagi suksesnya perjuangan umat dan bangsa, mereka aktif bermusyawarah dengan bekal iman, ilmu, adab yang luhur, dan tanggung jawab untuk suksesnya perjuangan Indonesia Merdeka,” jelas HNW.

Saat ini, kata HNW PUI bersama seluruh elemen bangsa lainnya sangat diperlukan peran nyatanya dalam merawat kemerdekaan dengan melanjutkan persatuan bangsa yang sudah dicita-citakan para pendiri Republik Indonesia, dari segala bentuk penjajahan gaya baru. “Kita sangat diresahkan dengan bentuk-bentuk pecah belah bangsa, dengan gerakan separatisme, maupun pembelahan bangsa akibat politik pemilu, maupun ketidakadilan hukum dan ekonomi, juga hadirnya penjajahan-penjajahan, baik neo-imperialisme, neo-kolonialisme, bahkan neo-komunisme, yang terus berupaya membahayakan serta merusak kesatuan dan eksistensi NKRI dengan berbagai cara, upaya normalisasi komunisme, mencabut TAP MPRS No. XXV / 1966 yang membubarkan PKI, dan mengaburkan fakta sejarah PKI sebagai pelaku kudeta berdarah pada 30 September 1965 sebagaimana dalam Kamus Sejarah Indonesia versi Dirjen Kebudayaan, dihilangkannya frasa Agama dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, iklan LGBT yang menyusup kepada anak-anak kita melalui YouTube, bahkan tindakan-tindakan penistaan agama yang sengaja dilakukan sejumlah pihak. Kami sebagai organisasi politik di DPR selalu siap bersama elemen umat dan bangsa lainnya dalam mengoreksi dan mewaspadai segala upaya pecah belah semacam itu yang sangat bertentangan dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia, sebagaimana dicontohkan para Pendiri PUI bersama tokoh-tokoh Bangsa lainnya,” tegas HNW.

Oleh karenanya Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini mendukung sikap PUI agar melanjutkan sejarah perjuangannya dalam menghadirkan persatuan umat dan bangsa. Termasuk dengan memperjuangkan diangkatnya KH. Ahmad Sanusi sebagai pahlawan nasional demi menjadi teladan persatuan bagi generasi masa kini.

“Catatan sejarah perjuangan KH. Ahmad Sanusi di BPUPKI, di PUI, maupun di medan perjuangan lainnya, sangat penting untuk diabadikan sebagai teladan besar dalam merawat persatuan Indonesia. Oleh karenanya PKS sangat mendukung agar Negara menganugerahkan gelar pahlawan nasional, dan agar PUI dapat mengupayakannya semaksimal mungkin dengan membuat persiapan-persiapan yang diperlukan, seperti dokumentasi dan penulisan sejarah perjuangan beliau, seminar-seminar, dan persiapan lainnya, demi terpenuhinya persyaratan pengangkatan beliau sebagai pahlawan nasional. Inilah upaya kita menyambung sejarah dan semangat perjuangan beliau dalam menghadirkan persatuan umat dan bangsa, agar bangsa Indonesia selamat dari segala marabahaya yang mengancam persatuan Umat, untuk dikontribusikan sebagai kontribusi bagi Persatuan Nasional, untuk menjaga dan menyukseskan kemerdekaan Indonesia,” tutup HNW.(*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved