Breaking News:
Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Bamsoet: MPR Kolaborasi dengan ESQ Siapkan Materi Empat Pilar MPR RI

Bambang Soesatyo bersama ESQ Leadership Center pimpinan Ary Ginanjar Agustian bekerjasama membuat materi video Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Editor: Content Writer
MPR RI
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama ESQ Leadership Center pimpinan Ary Ginanjar Agustian bekerjasama membuat materi video Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, sebagai langkah penyegaran dan pengayaan metodologi vaksinasi ideologi. Sekaligus terobosan dan inovasi, agar vaksinasi ideologi dalam bentuk Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bisa disajikan dengan lebih segar, mengoptimalkan peran teknologi informasi. Sehingga bisa menarik perhatian generasi muda.

"Proses syuting sudah dilakukan minggu ini. Selanjutnya memasuki tahap editing dan finalisasi video. Videonya akan sangat menarik, mengingat pengerjaannya dikerjakan bekerjasama dengan ESQ Leadership Center, yang sudah dikenal sebagai lembaga pelatihan sumber daya manusia. Melalui kolaborasi MPR RI dengan ESQ, kita akan membangun sumberdaya manusia Indonesia yang unggul. Melalui pendekatan 7 Budi Utama melalui penguatan kecerdasan intelektual (Intelligence quotient), kecerdasan emosional (emotional quotient), kecerdasan spiritual (spiritual quotient), serta kecerdasan kebangsaan (national quotient)," ujar Bamsoet, usai menyelesaikan proses syuting pembuatan materi video Empat Pilar MPR RI, di Jakarta, Minggu (3/10/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, ada tujuh video yang dibuat. Video pertama fokus pada pengenalan Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Keempat pilar tersebut, kemudian dibedah secara mendalam melalui video tersendiri.

"Tentang Pancasila sebagai ideologi dan jati diri bangsa akan dikupas habis di video kedua. Di video ketiga, membahas lebih dekat tentang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sementara di video keempat tentang NKRI harga mati, dan video kelima tentang semangat Bhineka Tunggal Ika. Sementara di video keenam, membahas lebih detail tentang milenial sebagai agen perubahan Empat Pilar MPR RI, dan terakhir di video ketujuh menjelaskan tentang kolaborasi Empat Pilar MPR RI dengan tujuh budi utama ESQ," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, melalui ketujuh seri video tersebut, diharapkan bisa menggugah semangat kebangsaan dalam memahami Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dengan baik. Sehingga bisa lebih mencintai NKRI sebagai bentuk negara dan menjalankan falsafah Bhinneka Tunggal Ika dengan baik. Dengan demikian kehidupan sosial masyarakat akan lebih tentram dan damai.

"Terlebih Indonesia sedang memasuki periode bonus demografi, yang juga masih akan terus dialami dalam periode yang cukup lama. Bahkan hingga tahun 2045, ketika usia kemerdekaan Indonesia mencapai satu abad yang dikenal dengan era Indonesia Emas, diperkirakan jumlah penduduk Indonesia mencapai 319 juta jiwa. Sekitar 70 persennya, atau sebanyak 223 juta jiwa adalah kelompok usia produktif. Jika tidak dibekali dengan vaksinasi ideologi, sama saja kita tidak bersyukur dan mensia-siakan potensi bonus demografi tersebut," terang Bamsoet.

Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan & Keamanan KADIN Indonesia ini turut menyoroti beberapa faktor yang bisa menyebabkan rusaknya moral generasi muda bangsa. Antara lain, memudarkan kualitas keimanan, pengaruh lingkungan, hilangnya kejujuran, hilangnya rasa tanggung jawab, tidak berpikir jauh kedepan, serta rendahnya disiplin. Karenanya melalui kerjasama MPR RI dengan ESQ, materi 4 Pilar MPR RI akan turut mengelaborasi tujuh budi utama ESQ, yang terdiri dari nilai jujur, tanggungjawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli. 

"Empat Pilar MPR RI dan tujuh budi utama ESQ menjadi solusi untuk menjawab berbagai permasalahan bangsa, terutama menjadi benteng yang dapat menghalau berbagai faktor yang bisa merusak moral generasi muda bangsa. Sehingga melahirkan generasi bangsa yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional, melainkan juga generasi yang berhati Indonesia dan berjiwa Pancasila," pungkas Bamsoet. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved