Markus Pajak
Polri Segera Umumkan Nama Baru Tersangka Gayus
Mabes Polri mengaku telah mengantongi nama baru yang akan dimintai pertanggunjawabannya terkait keterlibatan dalam kasus Gayus Tambunan. Namun Polri masih enggan mengungkap identitas nama baru tersebut dan dari institusi mana asal nama baru itu.
"Ada. Tapi kan kami perlu buktikan dulu. Tidak cukup hanya menyebut nama baru," tutur Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/4/2010).
Saat ditanya berapa banyak nama baru yang akan dimintakan tanggungjawaban pidananya itu, Edward juga enggan menjawabnya. "Jangan dikisar-kisarlah. Harus betul (jumlahnya) dan bisa dipertanggungjawabkan. Sekarang masih terus ditindaklanjuti dan berkembang terus," katanya.
Apakah ada bintang tiga yang akan dimintakan pertanggunjawaban pidananya dalam kasus itu? "Tunggu nanti. Semua berproses. Tapi siapapun, kalau ada yang disebut pasti kami tindak lanjuti," ucapnya.
Sejauh ini, Polri mengaku telah menetapkan tujuh terperiksa terkait pelanggaran kode etik dalam kasus itu. Mereka adalah Brigjen Pol Edmon Ilyas (mantan Direktur II Ekonomi Khusus yang menangani kasus Gayus), Brigjen Pol Raja Erizman (Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri).
Kombes Eko Budi Sampurno (Kepala Unit Money Laundering Direktorat II Ekonomi Khusus), AKBP Mardiani (penyidik di Direktorat II Ekonomi Khusus), Kombes Pol Pambudi Pamungkas (Kepala Unit Pajak Direktorat Ii Ekonomi Khusus), AKP Sumartini (Administrasi tim penyidik), dan Kompol Arafat (penyidik Direktorat II Ekonomi Khusus).
Ketujuhnya dituding melakukan penyalahgunaan wewenang dalam menjalankan tugas terkait penyidikan kasus Gayus Tambunan. Selain Raja Erizman, keenam anggota Polri yang menjadi terperiksa itu telah dicopot dari jabatan mereka masing-masing sebelumnya.
Sedangkan untuk mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka pelanggar pidana terkait penyidikan kasus Gayus, juga telah menetapkan tujuh tersangka yang dua diantaranya dari unsur penyidik yaitu Kompol Arafat dan AKP Sumartini selain Gayus Tambunan, Andi Kosasih, Haposan Hutagalung, Lambertus Palang Ama, dan Alief Kuncoro (pengantar Harley Davidson untuk Arafat).