Selasa, 2 Juni 2026

Penusukan Mahasiswi Pelita Harapan

Maisya dan Listya Saling Tuduh

Misteri kepemilikan pisau yang digunakan dalam tragedi penusukan mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH) belum juga terungkap. Maisya Nathania (18) tersangka pada kasus penusukan ini juga korbannya Listya saling tuduh.

Tayang:
Laporan wartawan Tribunnews.com, Ferdinand

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Misteri kepemilikan pisau yang digunakan dalam tragedi penusukan mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH) belum juga terungkap. Maisy Nathania (18) tersangka pada kasus penusukan ini juga korbannya Listya saling tuduh. 

Hal itu disampaikan Kompol Barnabas Imam, Kepala Sub Bidang Dokumentasi Peliputan (Kasubid Dok Liput) Polda Metro Jaya. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Polsek Metro Kembangan, Jakarta Barat ini mengatakan sebelum terjadinya peristiwa penusukan tersebut, Maisy maupun Listya menyatakan tidak terjadi pertengkaran.

"Dua-duanya menyatakan sebelumnya tidak terjadi apa-apa, Maisy bilang tiba-tiba ia mau ditusuk dan membela diri, korban juga bilang ga sadar tiba-tiba dia ditusuk. Mereka saling tuduh," jelas Barnabas di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/04/2010).

Pisau tersebut diduga biasa digunakan untuk memotong buah. Polisi menemukannya di jok kiri depan mobil Listya. Polisi mengaku kesulitan untuk menyelidiki sidik jari yang tertinggal di pisau karena anggota polisi di tempat kejadian memegang juga pisau tersebut.

Ketika polisi meminta keterangan kepada teman-teman Maisy, polisi menemukan jawaban bahwa Maisy yang seorang mahasiswi jurusan arsitektur ini adalah murid yang rajin dan pintar. Teman-temannya juga mengatakan Maisy jarang bertengkar tetapi sifatnya tertutup dan cenderung penyendiri.

"Ketika ditanya penyidik, ekspresi muka Maisy dingin dan datar tetapi ia lancar menjawab pertanyaan penyidik" tutur Barnabas.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved