In Memoriam KA Parahyangan
Desakan Penumpang Obat Penyejuk para Pramugari Parahyangan
Sebagai primadona kereta api Indonesia di lintasan Jakarta- Bandung, tentu saja Kereta Api (KA) Parahyangan selalu dipadati penumpang. Hal tersebut justru menjadi obat penghilang rasa capek para pramugari dan pramugara yang ada di kereta tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sebagai primadona kereta api Indonesia di lintasan Jakarta- Bandung, tentu saja Kereta Api (KA) Parahyangan selalu dipadati penumpang. Hal tersebut justru menjadi obat penghilang rasa capek para pramugari dan pramugara yang ada di kereta tersebut.
Rizky Nuraini mengungkapkan dirinya tidak merasa capek dengan banyaknya penumpang yang harus dilayani. Sebaliknya, penumpang yang berjubel justru menjadi pemicu bagi dirinya untuk lebih semangat bekerja. "Meskipun penumpang KA Parahyangan penuh sesak, bahkan sampai di baggage car, tetapi hal tersebut tidak membuat saya bosan. Ini yang membuat kami tidak merasa capek," ungkapnya saat ditemui di Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta, kemarin.
Rizky pun mengangap banyaknya penumpang di KA Parahyangan itu menjadi keuntungan tersendiri bagi PT KAI. "Meskipun penumpang berdesak- desakan, justru hal tersebut merupakan penambahan aset bagi kami," katanya.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memutuskan untuk menutup operasionl KA Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta mulai 27 April 2010 karena okupasi rendah dan menyebabkan kerugian Rp39 miliar pada 2009. Menurut Kepala Humas PT KAI, Bambang SP,sebelum menutup KA jurusan Bandung-Jakarta, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, di antaranya memberikan keringanan tarif (diskon) dan penambahan jam pemberangkatan.