In Memoriam KA Parahyangan
Sekali Jalan Kereta Parahyangan Tombok Rp 5 Juta
Untuk melakukan satu kali perjalana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Untuk melakukan satu kali perjalanan baik dari Jakarta ke Bandung atau sebaliknya, ternyata Kereta Api Parahyang membutuhkan biaya oprasional sebesar Rp 11 juta. Sedangkan dalam sekali perjalanan tersebut Kereta Parahyangan hanya bisa mendapatkan pendapatan dari penumpang sebesar Rp 6 juta.
Berdasarkan perincian tersebut, Kereta Api Parahyangan merugi sebesar Rp 5 juta untuk setiap kali melakukan perjalan. Kekurangan tersebut harus ditanggung PT KAI, hal tersebut yang mengakibatkan PT KAI menutup Kereta Api Parahyangan, karena PT KAI harus menutupi kerugian yang besar setia harinya. "Kereta Parahyangan setiap hari melayani lima kali perjalanan, sehingga dalam sehari bisa dibayangkan berapa yang harus disubsidi oleh PT KAI. hal itulah yang menyebabkan PT KAI menutup rute Kereta Api Parahyangan," kata seorang petugas PT KAI yang tidak mau disebutkan namanya di Stasiun Gambir, Jakarta, kemarin.
Bila PT KAI harus menutupi Rp 5 juta dalam sekali perjalanan, maka dalam sehari harus disediakan dana Rp 25 juta untuk menutupi kekurangan biaya operasional. "Bisa terbayangkan kan berapa PT KAI harus nombok untuk Kereta Api parahyangan dalam sebulan atau bahkan setahun, tinggal dikalikan saja," ujarnya.
Humas PT KA Daerah Operasi I Jakarta, Sugeng Priyono saat dihubungi wartawan meminta konfirmasi kebenaran tersebut, dia mengatakan belum menerima laporan tersebut. "Wah dapat informasi dari mana itu, saya belum tahu soal itu dan belum ada laporannya," kata Sugeng.
Seperti diketahui, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menghapus semua jadwal perjalanan KA Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta mulai 27 April 2010. Sebagai gantinya, PT KA hanya akan mengoperasikan KA Argo Gede.