Mama Lauren Meninggal
Detik Terakhir Mama Lauren Masih Tersenyum
Mama Lauren sang penerawang atau peramal beken kelahiran Belanda itu sudah tiada. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat Senin (17/5/2010) pukul 21.37 WIB setelah sebelumnya memasuki masa kritis dua jam sebelumnya.
"Saya sempat ada pertemuan terakhir jam tujuh malam sama Mama. Mama sudah dalam keadaan sadar dan tidak sadar," kata Beby Jenar anak angkat Mama Lauren yang ditunjuk sebagai penerus keahlian terawangnya.
Selasa (18/5) dinihari ini Beby Jenar masih menunggui jenazah Mama Lauren di Kompleks Cipinang Indah, Jalan Kasuari II, Jakarta Timur.
Meski dalam kondisi kritis, Mama Lauren masih bisa memberi respon kepada Beby. "Saya coba ajak ngobrol, Mama masih bisa merespon dan tersenyum," kata Beby.
Lanjut Beby, kondisi Mama Lauren semakin memburuk juga dikarenakan kurangnya asupan makanan. "Mama memang sudah tidak mau makan. Perawat sudah menyiapkan makanan, tapi makanan tidak disentuhnya. Mama saya coba bujuk dan mengangguk. Mama akhirnya saya suapi dan mau makan sampai empat sendok," ceritanya. "Setelah itu Mama sudah tidak mau makan lagi dan sudah merasa cukup. Jadi, makannya tidak dilanjutkan," sambungnya.
Selang beberapa waktu kemudian, usai menyuapi Mama Lauren, Beby keluar sejenak dari ruang perawatan. "Saya izin keluar, tapi Mama justru pegang tangan saya. Sepertinya sudah ada firasat," ceritanya lagi. "Mama lihat mata saya, Mama tatap mata saya, sepertinya ada yang mau diucapkannya, tapi enggak keluar," tambahnya.
Dengan kondisi seperti itu, akhirnya Mama mau melepas tangannya. "Mama memejamkan mata dan akhirnya melepas tangannya, saya keluar. Dalam perjalanan keluar saya dikabari bahwa Mama sudah tidak ada. Itu detik-detik terakhir saya menyuapi Mama," tutup Beby (*)