Aktivis Kemanusiaan Diserang
Tentara Israel Keder Bertemu Relawan Indonesia
Siapa bilang tentara Zionis Israel yang dikenal kejam suka berperan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Siapa bilang tentara Zionis Israel yang dikenal kejam suka berperang tersebut tidak punya rasa takut. Buktinya, saat pernyerbuan ke kapal bantuan kemanusiaan Mavi Marmara beberapa waktu lalu, tentara-tentara tersebut terlihat paranoid. Bahkan, mereka keder dan ciut saat beradu tatap dan dipelototi wanita asal Indonesia.
Adalah Nur Fitri Moeslim Taher, seorang relawan Mer-C yang juga sempat disandera pasukan Israel di Kapal Mavi Marmara, yang sempat membuat serdadu negeri Yahudi tersebut ciut dengan pelototannya saat ditawan mereka.
"Saya pelototi mata mereka, mereka langsung buang muka seperti ketakutan. Mental mereka sebetulnya lebih kerdil dibanding arogansinya. Israel itu ternyata bangsa yang paranoid," ujar Fitri saat menjadi pembicara di Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan yang dihelat Forum Umat Islam (FUI) di kawasan Jenderal Soedirman, Jakarta. Kamis (24/6/2010).
Fitri menuturkan, saat itu dia dan beberapa relawan lain yang tanpa senjata tersebut bahkan sempat melumpuhkan dua tentara Israel. Ironisnya, setelah dilumpuhkan dengan barang-barang seadanya di kapal, dua tentara tersebut akhirnya memelas dan meminta tolong pada para relawan untuk mengobati luka-lukanya.
"Dalam kondisi yang tanpa persenjataan apapun, kami bahkan sempat melumpuhkan dua orang dari mereka. Toh pada akhirnya kami juga yang mengobati luka mereka. Anda bisa lihat, saking penakutnya, menghadapi para relawan yang notabene tidak bersenjata saja mereka sampai sebegitunya. Bayangkan, saking ketakutannya, mereka langsung mengerahkan 19 kapal perang, belum termasuk helikopter yang bersenjata lengkap," tambah wanita berjilbab lebar tersebut.
Ada dua negara yang disegani Israel yaitu Iran dan Indonesia. Iran dinilai memiliki senjata nuklir yang bisa menghancurkan kiprah ziones di Timur Tengah. Sedangkan Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia diwaspadai jika memobilisasi massa dan mengarahkan dukungan internasional untuk mengecam Israel. (*)