Penganiayaan Aktivis ICW
Komnas HAM Nilai Polisi Lamban Ungkap Kasus Tama
Ketua Komnas HAM, Ifdal Kasim menilai polisi lamban dalam mengungkap pelaku penganiayaan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komnas HAM, Ifdal Kasim menilai polisi lamban dalam mengungkap pelaku penganiayaan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satya Langkun.
“Masa dalam mengungkap kasus teroris, polisi bisa sebegitu cepatnya. Tapi, dalam mengungkap dalang pelaku penganiayaan aktivis, polisi sangat sulit. Ini menjadi pertanyaan besar,” kata Ifdal Kasim ketika dihubungi wartawan, Selasa (20/07/2010)
Selain kasus penganiayaan Tama, Ifdal juga mendesak kepolisian untuk mengungkap pelaku pelemparan bom Molotov ke kantor Majalah Tempo. Komnas HAM tengah berfokus melakukan penyelidikan kedua kasus itu.
“Kami sekarang sedang serius dalam menelaah masalah itu. Tentunya itu juga perlu dapat perhatian berbagai pihak terutama polisi,” katanya.
Komnas HAM berencana akan melakukan pertemuan dengan ICW untuk membahas kasus Tama serta maraknya ancaman terhadap aktivis antikorupsi.
Ifdal menegaskan, pihaknya akan mendorong polisi untuk segera menyelesaikan seluruh masalah itu. Dia juga mengusulkan agara pemerintah segera membentuk tim independen untuk mengungkap pelaku ancaman dan teror terhadap aktivis antikorupsi.