Penganiayaan Aktivis ICW
Tama Jadi Target Sejak Laporkan 'Rekening Gendut'
Kontras, ICW dan LBH Jakarta menegaskan bahwa, pihaknya telah menemukan hasil investigasi sementara terkait penganiayaan terhadap Tama.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kontras, ICW dan LBH Jakarta menegaskan bahwa, pihaknya telah menemukan hasil investigasi sementara atas tindakan kekerasan "sistematis" yang dilakukan terhadap Tama S Langkun. Rupanya Tama sudah jadi target kekerasan setelah pelaporan rekening gendut petinggi Polri.
"Waktu itu tanggal 17 Juni 2010, Tama melaporkan perwira tinggi polisi berinisial "BG" ke Satuan Tugas (Satgas) tapi tidak dilaporkan secara benar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Wakil Ketua Koordinator Kontras, Haris Azhar di kantor Kontras, Jakarta Pusat, Rabu (21/7/2010).
Setelah pelaporan tersebut, Tama menghadiri undangan TV One untuk membahas "Sold Out" Majalah Tempo edisi Rekening Gendut Perwira Tinggi Polri bersama Pimred, Wahyu Muryadin.
"Subuhnya sekitar pukul 04.00 WIB, ada dua orang tak dikenal melompat ke pagar kantor ICW dan mengotak-atik motor Yamaha Vixion milik Tama yang terparkir di garasi," ungkapnya.
Selanjutnya pada tanggal 1 Juli 2010, diketahui Tama sempat menerima telepon dari seseorang bernama Roni yang mengaku sebagai wartawan Kompas untuk mengajak kerjasama melakukan investigasi kasus pajak. Namun Roni enggan mendatangi kantor ICW, tapi ia terus menanyakan keberadaan Tama.
"Hasil investigasi dan pemantauan kami lakukan dengan cara turun ke lapangan dan menemui sejumlah orang yang kami anggap relevan dan terkait dengan peristiwa ini mulai dari saksi, teman dan lain-lain. Dari pemaparan di atas sudah cukup bukti bahwa kekerasan ini sangat sistematis"imbuhnya.