Penganiayaan Aktivis ICW
Polri Usut Siapa AKBP S
Mabes Polri mengaku tengah menyelidiki keberadaan AKBP S yang disebut-sebut Indonesian Corruption Wacth (ICW)
Tayang:
Penulis:
Vanroy Pakpahan
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengaku tengah menyelidiki keberadaan AKBP S yang disebut-sebut Indonesian Corruption Wacth (ICW) dan tim investigasi independennya sempat bertemu dengan Tama S Langkun menawarkan pemberian perlindungan kepada aktivis ICW itu sebelum insiden penyerangan dan penganiayaan terjadi.
"Mengenai beredarnya perwira berinisial S bertemu sebelum kejadian. Ini bagian yang kita selidiki. Apakah betul itu polisi. Atau hanya menyebut-nyebut polisi," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/7/2010).
Menurut Edward, penyidik dari Polda Metro Jaya masih mendalami siapa sebenarnya AKBP S yang dimaksud oleh ICW itu. Hingga saat ini Polri belum bisa memastikan apakah orang yang mengaku AKBP S memang benar seorang polisi atau hanya seseorang yang mengaku polisi saja.
Polri, melalui Polda Metroi Jaya pun ditambahkan Edward nantinya akan menyelidiki apa motif di balik kedatangan AKBP S menawarkan bantuan perlindungan dan keamanan jika benar ternyata dia seorang polisi.
"Apakah itu naluri kepolisian dia atau memang perintah atasan. Kalau mengaku-ngaku ini juga sedang menyelidiki motifnya," kata Edward.
"Mengenai beredarnya perwira berinisial S bertemu sebelum kejadian. Ini bagian yang kita selidiki. Apakah betul itu polisi. Atau hanya menyebut-nyebut polisi," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/7/2010).
Menurut Edward, penyidik dari Polda Metro Jaya masih mendalami siapa sebenarnya AKBP S yang dimaksud oleh ICW itu. Hingga saat ini Polri belum bisa memastikan apakah orang yang mengaku AKBP S memang benar seorang polisi atau hanya seseorang yang mengaku polisi saja.
Polri, melalui Polda Metroi Jaya pun ditambahkan Edward nantinya akan menyelidiki apa motif di balik kedatangan AKBP S menawarkan bantuan perlindungan dan keamanan jika benar ternyata dia seorang polisi.
"Apakah itu naluri kepolisian dia atau memang perintah atasan. Kalau mengaku-ngaku ini juga sedang menyelidiki motifnya," kata Edward.