Burung Langka Ditemukan di Ketapang
Komunitas Burung Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat kembali menemukan burung langka
Tayang:
Editor:
Tjatur Wisanggeni
TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG -- Komunitas Burung Ketapang,
Provinsi Kalimantan Barat kembali menemukan burung langka di kabupaten
itu, yang dikenal dengan nama Indonesia Gajahan Timur atau dengan nama
latin "Numenius Madagascarriensis", dan dalam bahasa Inggris disebut
"Far Eastern curlew".
Menurut Abdurahman Al Qadri dari Komunitas Burung Ketapang di Ketapang, Minggu mengatakan, burung Gajahan Timur tersebut ditemukan di tepi pantai Dusun Segak, Desa Sei Jawi, Kecamatan Matan Hilir arah selatan Ketapang.
"Saya bersama peneliti burung Indonesia dari Belanda berhasil mengabadikan burung air tersebut yang suka mencari makan di tepi pantai yang berlumpur", katanya.
Sementara itu, pengamat burung dari Belanda Dr Bas Van Balen menjelaskan bahwa belum ada catatan mengenai penemuan burung Gajahan Timur atau "Numenius Madagascariensis" di Kalimantan Barat.
Penemuan itu, kata dia, menghapus teori tentang burung Berkik di Kalimantan Barat. Ia menambahkan temuan burung langka itu menjadi perhatian para pengamat burung (bird watching) se-Indonesia.
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Ketapang Yudo Sudarto mengatakan sangat mengapresiasi temuan burung langka itu, meskipun organisasi Komunitas Burung Ketapang baru terbentuk.
Ia menjelaskan bahwa temukan Komunitas Burung Ketapang itu sangat mengejutkan para pengamat burung nasional maupun internasional.
Ditambahkannya bahwa hobi mengamati burung di Ketapang memang baru, dan diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan dan ilmu pengetahuan dalam pelestarian lingkungan hidup. (*)
Menurut Abdurahman Al Qadri dari Komunitas Burung Ketapang di Ketapang, Minggu mengatakan, burung Gajahan Timur tersebut ditemukan di tepi pantai Dusun Segak, Desa Sei Jawi, Kecamatan Matan Hilir arah selatan Ketapang.
"Saya bersama peneliti burung Indonesia dari Belanda berhasil mengabadikan burung air tersebut yang suka mencari makan di tepi pantai yang berlumpur", katanya.
Sementara itu, pengamat burung dari Belanda Dr Bas Van Balen menjelaskan bahwa belum ada catatan mengenai penemuan burung Gajahan Timur atau "Numenius Madagascariensis" di Kalimantan Barat.
Penemuan itu, kata dia, menghapus teori tentang burung Berkik di Kalimantan Barat. Ia menambahkan temuan burung langka itu menjadi perhatian para pengamat burung (bird watching) se-Indonesia.
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Ketapang Yudo Sudarto mengatakan sangat mengapresiasi temuan burung langka itu, meskipun organisasi Komunitas Burung Ketapang baru terbentuk.
Ia menjelaskan bahwa temukan Komunitas Burung Ketapang itu sangat mengejutkan para pengamat burung nasional maupun internasional.
Ditambahkannya bahwa hobi mengamati burung di Ketapang memang baru, dan diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan dan ilmu pengetahuan dalam pelestarian lingkungan hidup. (*)