Wartawan Kompas Meninggal
Kematian Tidak Wajar M Syaifulah Jadi Rapor Merah SBY
Kematian tidak wajar wartawan Kompas, M Syaifulah dipandangbsebagai jadi rapor merah bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Poros Wartawan Jakarta (PWJ), Widi Widodo, menuturkan bahwa kematian tidak wajar wartawan Kompas, M Syaifulah jadi rapor merah bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, pemerintahan sekarang tidak peduli dengan keselamatan "Human Right Defender"
"Kalau memang pemerintah memiliki political will, (pemerintah) harus memerintahkan aparat kepolisian untuk melindungi para Human Right Defender, yang kerap kali bersinggungan dengan kepentingan politik dalan pemberitaannya," tutur Widi.
Lebih jauh ia meminta aparat kepolisian untuk melakukan investigasi penyebab kematian Kepala Biro Kalimantan itu. Menurut Widi, kematian merupakan kematian yang tidak wajar
"Harus ada investigasi terang-terangan dan terbuka, atas insiden tersebut, PWJ juga meminta jaringannya di Kalimantan Timur untuk turut memantau dan investigasi yang dilakukan aparat terkait." katanya
M.Syaifulah ditemukan tak bernyawa dengan kondisi yang mencurigakan, Senin (26/7/2010). Saat ditemukan dia ada di depan TV di depan rumah dinasnya di Balikpapan. Tatkala ditemukan jenazahnya dalam keadaan lebam dan mengeluarkan busa. Kini, kasus itu sedang ditangani oleh pihak kepolisian.