Wartawan Kompas Meninggal
Menkopolhukam: Kasus Kematian M Syaifullah Jangan Melebar
Menkopolhukam, Djoko Suyanto meminta semua pihak agar kematian M Syaifullah tidak melebar kemana-mana.
Menurutnya, sejauh ini kematian Syaifullah sudah sangat jelas diungkap oleh pihak kedokteran dan kepolisian.
"Saya baca di media sudah dinyatakan serangan jantung, hipertensi. Saya bukan dokter, jadi kalau bukan kapasitas saya, silakan tanya sama yang mengotopsi," tuturnya usai membuka acara Simposium Nasional "Memutus mata rantai radikalisme dan terorisme", di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (27/7).
"Jangan lari kemana-mana (penyebab kematiannya," ucapnya lagi. Lebih jauh, mantan Panglima TNI itu enggan berspekulasi mengusik misteri di balik kematian Syaifullah.
Seperti diberitakan wartawan Kompas yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kompas Kalimantan, M Syaifullah ditemukan tewas di ruang tamu rumahnya, Senin lalu dengan sekujur wajah dan tubuh membiru lebam dan mulut berbusa.
Berbagai spekulasi pun muncul menyikapi misteri di balik kematian itu. Namun dari hasil otopsi, dokter menyimpulkan jika kematian Ipul, panggilan akrabnya karena hipertensi. (Tribunnews.com/Roy)