GPP: Pidato SBY Tak Menyentuh Esensi Kebebasan Beragama
GPP mengkritik pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sama sekali tak menyentuh esensi soal kebebasan beragama bagi seluruh umat di Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) Damien Dematra mengkritik pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan anggota DPR RI, Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.
Pasalnya, pidato SBY tersebut sama sekali tidak menyentuh kepada hal-hal yang bersifat esensial terkait kebebasan beragama di tengah-tengah masyarakatnya.
"Dalam pidato yang disampikan, Presiden menyentuhkanya sangat normatif sekali dan hanya sedikit sekali," ujar Damien seusai acara Refleksi Kaum Muda di kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Senin (16/8/2010).
Sebagai pembanding, ia menjelaskan, Presiden AS Barack Obama saja berani mengeluarkan statemen yang membolehkan masyarakat membangun masjid, yang notabenenya hal itu sangat sulit dan langka terjadi di Amerika, mengingat hal itu akan sangat membahayakan bagi kapital politiknya.
"Tapi apa yang disampaikan Obama sebuah tindakan berani. Dan seharusnya SBY juga seperti itu. Tapi, kenapa beliau (SBY) tidak berani untuk menyerukan memerangi kekerasan dalam kebebasan umat beragama," imbuhnya.
Dengan demikian, Damien berharap adanya sebuah Komisi Nasional yang intens menangani berbagai permasalahan dan kasus terkait kehidupan beragama di Indonesia.
"Solusinya gampang kalau kita mau bernkaca di negara lain. Dibuat Komisi Kebebasan Beragama," tandasnya.