Sidang Arafat
Keluarga Arafat Tantang Pambudi Berkelahi
Usai memberikan kesaksiannya untuk terdakwa Kompol Mohd. Arafat, Kombes Pol Pambudi Pamungkas
Tayang:
Penulis:
Y Gustaman
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai memberikan kesaksiannya untuk terdakwa Kompol Mohd. Arafat, Kombes
Pol Pambudi Pamungkas didekati oleh saudara Arafat, Zulfatin. Zulfatin
sempat melayangkan tinjunya ke Pambudi namun dihalangi petugas. Pambudi
hanya tersenyum sambil berlalu, kembali ke ruang jaksa.
Kontan, Zulfatin pun langsung mengata-ngatai dengan perkataan kotor. "Komandan (maaf) tai. Jerumusin anak buah mau," serapah Zulfatin di luar persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010).
Sontak, aksi Zulfatin memecah perhatian pengunjung sidang dan seluruh wartawan. Beruntung hal itu tidak menggangu sidang Arafat karena sidang diskor. Menurut Zulfatin, aksinya adalah bentuk kekesalannya terhadap kesaksian Pambudi di sidang yang tak jujur. Karena dirinya protes.
"Biasa orang protes. Enak saja dia sudah terima duit ratusan juta, adik saya sudah dikurung. Tembak saya. Saya enggak takut," tantang Zulfatin yang tak pernah absen mendampingi adiknya karena disuap Harley Davidson, sejak awal sidang.
Sementara itu, selain Zulfatin, seorang tua yang nampak masih keluarga juga berteriak. Tak sudi dengan kesaksian Pambudi yang pernah menjadi bosnya adiknya sebagai Kanit III pajak dan asuransi. Pria itu diketahui bernama Fauzi.
Setelah Pambudi bersembunyi ke ruang jaksa, Fauzi tak lepas meluapkan kekesalannya. Ia pun mendatangi ruang jaksa yang di dalamnya ada Pambudi.
Kontan, Zulfatin pun langsung mengata-ngatai dengan perkataan kotor. "Komandan (maaf) tai. Jerumusin anak buah mau," serapah Zulfatin di luar persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010).
Sontak, aksi Zulfatin memecah perhatian pengunjung sidang dan seluruh wartawan. Beruntung hal itu tidak menggangu sidang Arafat karena sidang diskor. Menurut Zulfatin, aksinya adalah bentuk kekesalannya terhadap kesaksian Pambudi di sidang yang tak jujur. Karena dirinya protes.
"Biasa orang protes. Enak saja dia sudah terima duit ratusan juta, adik saya sudah dikurung. Tembak saya. Saya enggak takut," tantang Zulfatin yang tak pernah absen mendampingi adiknya karena disuap Harley Davidson, sejak awal sidang.
Sementara itu, selain Zulfatin, seorang tua yang nampak masih keluarga juga berteriak. Tak sudi dengan kesaksian Pambudi yang pernah menjadi bosnya adiknya sebagai Kanit III pajak dan asuransi. Pria itu diketahui bernama Fauzi.
Setelah Pambudi bersembunyi ke ruang jaksa, Fauzi tak lepas meluapkan kekesalannya. Ia pun mendatangi ruang jaksa yang di dalamnya ada Pambudi.
"Ayo kemana kamu. Tunggu di luar. Hidup cuma sekali. Mati cuma
sekali. Mana yang ngancam saya tadi? Keluar!" teriaknya.
Setelah keduanya hampir mendekati ruang tunggu jaksa, petugas keamanan
dan polri yang berpakaian preman mencairkan suasana dan membawa keduanya
agar tenang. Mereka pun akhirnya dijauhkan ke luar sidang.