Sidang Arafat
Arafat: Saya Tak Dimintai Saran Buka Blokir Rekening Gayus
Kompol Mohd. Arafat Enanie mengatakan, dirinya tidak dimintai saran, pendapat, bahkan tidak diajak
Tayang:
Penulis:
Y Gustaman
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kompol
Mohd. Arafat Enanie mengatakan, dirinya tidak dimintai saran, pendapat,
bahkan tidak diajak rapat dalam pembukaan blokir rekening milik Gayus
Halomoan Partahanan Tambunan Rp 28 miliar. Hanya tiga orang saja yang
diajak rapat dalam pembukaan rekening itu.
"Waktu pembukaan blokir, saya tidak diminta saran, dan pembukaan blokir tidak terlibat. Yang ikut Kombes Eko Budi Sampurno, AKBP Mardiani dan Direktur (Raja Erizman)," ujar Arafat dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010).
Menurut Haposan, dirinya tak setuju dibuka blokir. Sejak menerima LHA PPATK atas Gayus, Arafat berkomitmen agar kasus bisa ke pengadilan. Apalagi, dalam rekening itu ada Rp 28 miliar. Sebagai orang yang pernah di PPATK selama tiga tahun, Arafat cukup kaget lantaran Gayus hanya golonga III A pajak.
Namun, Arafat melanjutkan, dirinya tak menampik bahwa penetapan status Roberto sebagai tersangka tak ada pemeriksaan saksi. Menurutnya, penetapan tersangka Roberto karena dibantu data PPATK yang menjelaskan ada yang mencurigakan dari rekening Roberto dan Gayus.
Dikatakan Arafat, ia juga berhati-hati menangani kasusnya karena setelah uang diblokir, kasus ini menjadi atensi mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji waktu itu. Ditambah, Susno adalah senior Arafat ketika di PPATK.
"Waktu pembukaan blokir, saya tidak diminta saran, dan pembukaan blokir tidak terlibat. Yang ikut Kombes Eko Budi Sampurno, AKBP Mardiani dan Direktur (Raja Erizman)," ujar Arafat dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010).
Menurut Haposan, dirinya tak setuju dibuka blokir. Sejak menerima LHA PPATK atas Gayus, Arafat berkomitmen agar kasus bisa ke pengadilan. Apalagi, dalam rekening itu ada Rp 28 miliar. Sebagai orang yang pernah di PPATK selama tiga tahun, Arafat cukup kaget lantaran Gayus hanya golonga III A pajak.
Namun, Arafat melanjutkan, dirinya tak menampik bahwa penetapan status Roberto sebagai tersangka tak ada pemeriksaan saksi. Menurutnya, penetapan tersangka Roberto karena dibantu data PPATK yang menjelaskan ada yang mencurigakan dari rekening Roberto dan Gayus.
Dikatakan Arafat, ia juga berhati-hati menangani kasusnya karena setelah uang diblokir, kasus ini menjadi atensi mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji waktu itu. Ditambah, Susno adalah senior Arafat ketika di PPATK.
"Saya sangat takut dan khwatir dengan atensi Kabareskrim," paparnya.