Breaking News:

Wasekjen Golkar: 4 Menteri dari PKS Kebanyakan

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bidang Kajian dan Kebijakan Nurul Arifin menanggapi pernyataan salah

zoom-inlihat foto Wasekjen Golkar: 4 Menteri dari PKS Kebanyakan
tribunnews.com/herudin
Nurul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bidang Kajian dan Kebijakan Nurul Arifin menanggapi pernyataan salah seorang anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok yang menyatakan tahun ini kemungkinan Presiden SBY akan melakukan perombakan (reshuffle) kabinet. Nurul menyatakan, partainya siap dengan segala kemungkinan, bila reshuffle akan dilakukan.

"Reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden SBY yang tak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Tapi ya, kalau bisa seobyektif mungkinlah. Kalau bahwa ini dilihat dari partai koalisi kemudian menggantikan misalnya, orang partai tersebut,  dengan partai lain, harus dilihat proposionalnya. Kalau melihat proposional, tiga menteri dari Golkar kurang. PKS kebanyakan dengan empat menteri," kata Nurul Arifin secara khusus kepada tribunnews.com, Senin (6/9/2010).

"Jangan sampai nanti, kalau ada menteri dari Golkar yang diganti, penggantinya bukan dari Golkar. Nah, itu bisa terjadi preseden juga, huru- hara politik, mancing-mancing aja. Yang jelas, soal reshuffle, kita tak bisa intervensi, tapi kami berharap Pak SBY bisa seobyektif mungkin, menteri yang digantikan, paling tidak secara proposional dipresentasikan dalam jumlah menterinya," ujarnya.

Sebelumnya, kepada tribunnews.com, salah seorang anggota Dewan Pembina Partai Demokrat mengungkapkan, dalam waktu dekat  akan ada resfhuffle kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden SBY terkait kinerja para menterinya.

Hal ini diakui oleh mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang kini duduk sebagai salah satu  anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok secara khusus kepada tribunnews, Senin (6/9/2010). Mubarok sempat ditegaskan hingga dua kali, terkait kemungkinan Presiden akan melakukan perombakan kabinetnya.

Nurul menambahkan, partainya tidak akan menolak bila reshuffle terjadi. Sikap ini, kata Nurul karena Partai Golkar bukanlah partai pemenang pemilu. Ia mengistilahkan, ibarat filim, Golkar bukanlah sebagai pemain  utama, hanya sebagai pemain pembantu utama di pemerintahan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved