SBY Batal ke Belanda
RMS: Kami Kecewa SBY tak Datang
Kubu Republik Maluku Selatan (RMS) mengaku kecewa dengan batalnya kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Belanda
Wakil Presiden RMS Wim Sopacua mengaku kedatangan SBY sebenarnya hendak dijadikan momen untuk membakar semangat sekitar 60 ribu anggota RMS yang ada di Belanda.
"Ini padahal bisa jadi momen untuk semua anggota RMS yang ada, membakar semangat agar kembali berkobar. Orang-orang di Pemerintah Indonesia selalu menggap kita sebagai musuh. Kalau begitu, saat SBY datang kita ingin tunjukkan ke anggota kita bahwa musuh kita sudah datang," kata Wim Sopacua saat dihubungi Tribunnews.com, lewat sambungan Internasional, Rabu (6/10/2010) malam. Wim Sopacua saat ini berada di Den Haag Belanda.
Wim mengaku memang saat ini gugatan RMS untuk menangkap SBY saat tiba di Belanda telah ditolak hakim, tapi kubu RMS masih melanjutkan proses banding. "Pengadilan banding diracnang waktunya saat SBY kembali mengunjungi Belanda," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, nama RMS kembali mencuat setelah dengan sukses mengajukan gugatan ke pengadilan di Belanda. Gelar pengadilan itu membuat SBY mengurungkan niat ke Belanda saat sudah berada di Bandara Halim Perdana Kusuma. negeri ini pun geger. Meski memang tuntutan penangkapan SBY akhirnya kandas tak dikabulkan hakim.
Selain memohon penangkapan SBY, kubu RMS dalam tuntutannya di Pengadilan juga meminta Pemerintah Indoensia untuk mengklarifikasi soal keberadaan makam Presiden RMS kedua yang ditembak mati pada era Presiden Soeharto, Dr Soumokil.
"Kami meminta SBY memberikan keterangan secara resmi soal keberadaan makam. Janda Josina Soumokil mohon dari presiden Indonesia dari segi prikemanusiaan untuk mengklarifikasi, setelah lebih dari 44 tahun, dimana terdapat kubur dari suaminya yang dirahasiakan oleh pemerintah Indonesia," kata Wim Sopacua.