Bom di Kalimalang
Polda Metro Nyatakan Pelaku Bom Kalimalang Plin-Plan
Polda Metro Jaya belum menemukan keterkaitan dua orang yang ditangkap di Bandung, Jawa Barat karena
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya belum menemukan keterkaitan dua orang yang ditangkap di Bandung, Jawa Barat karena diduga termasuk jaringan bom Kalimalang.
"Kabar dari siapa? tidak ada," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar ketika ditemui di ruangannya, Jakarta, Jumat (08/10/2010).
Boy mengatakan hingga saat ini pihak Densus 88 yang menangani kasus ledakan tersebut belum dapat meminta keterangan secara menyeluruh dari Ahmad Bin Abu Ali, pelaku bom Kalimalang. Hal tersebut dikarenakan omongan pelaku berubah-ubah.
"Kayaknya plin-plan, daya ingatnya dinilai kurang akurat, sehingga dibutuhkan pemeriksaan psikologi," imbuhnya.
Penyidik pun akhirnya melakukan tes psikologi kepada Ahmad. Namun hasilnya belum dapat diketahui karena masih menjalani pemeriksaan sampai keadaan Ahmad kembali normal. Luka yang dialami Ahmad, kata Boy, mencapai 70 persen dan masih menjalani perawatan intensif di RS. Polri.
Hingga saat ini pihak keluarga belum ada yang mendatangi RS. Polri sehingga polisi masih kesulitan mencari asal-usul Ahmad. "Mohon bila ada keluarga dari pelaku untuk memberitahukan kepada kepolisian," ujarnya lagi.
Sebelumnya diberitakan dua orang warga Bandung ditangkap Detasemen Khusus 88 antiteror Polri, Kamis (07/10/2010) sekitar pukul 17.30 WIB. Keduanya adalah Ddn (48) dan And (43).
"Diduga keduanya terkait dengan pengebom sepeda onthel di Bekasi, minggu lalu," ujar pengamat intelijen Dyno Chresbon kepada Tribunnews.com, Kamis malam.