Calon Kapolri
PDIP Sangkal Dilobi Tim Timur Pradopo
Persetujuan DPR atas sosok Komjen Pol Timur Pradopo secara aklamasi mengundang tanda tanya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persetujuan DPR atas sosok Komjen Pol Timur Pradopo secara aklamasi mengundang tanda tanya. Pasalnya, sosok Timur mendapat penolakan keras dari sejumlah elemen masyarakat.
Fraksi PDI Perjuangan, misalnya, kendati memberi catatan, namun hasil akhirnya tetap menerima Komjen Pol Timur Pradopo menggantikan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.
Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Anggota Komisi Hukum DPR RI Trimedya Panjaitan memastikan, dukungan terhadap Timur Pradopo terbebas dari lobi-lobi politik yang dilancarkan tim sukses.
"Tidak ada lobi. Kita melihat kepentingan Polri sendiri," ucap Trimedya Panjaitan usai mengikuti uji kepatutan dan kelayakan DPR RI di gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Kamis (14/10/2010) malam.
Menurutya, bila terdapat lobi-lobi yang dilancarkan tim sukses Timur Pradopo, suasana uji kepatutan dan kelayakan di Komisi Hukum DPR RI tidak alot. "Kalau ada lobi, kita tidak sebegitu alot, sampai kita ngotot," ungkapnya.
Dia menjelaskan, dukungan terhadap Timur mengalir sebatas penghargaan atas institusi Polri. "Kita menghargai kalau sampai voting memang tidak baik untuk polri," ujarnya seraya menegaskan, keputusan akhir PDI Perjuangan untuk mendukung terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, setelah melakukan rehat.
"Kita terima dengan catatan," tuturnya.
Sementara itu Anggota Komisi Hukum asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Desmond J Mahesa mengaku, keputusan mendukung Timur Pradopo sudah menjadi keputusan partai. "Keputusan partai bukan kapasitas kita lagi, itu pendapat fraksi dan partai," katanya.
Desmond mengaku, tidak terlalu mengetahui alasan Partai Gerindra mendukung Timur. "Saya tidak mengerti keputusan partai, saya inikan serdadu saja," sergahnya.(*)