Demo Setahun SBY Boediono
Kami Tak Takut Ancaman Tembak di Tempat
Sekjen Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMND) Agus Priyanto menegaskan, aksi yang akan dilakukan oleh elemen organisasi masyarakat
Penulis:
Rachmat Hidayat
Editor:
Prawira
"Rencana tembak ditempat, bagi kami adalah bentuk dari ketakutan Presiden SBY sendiri yang takut digugat atas kegagalan menjalankan pemerintahan ini. Kami anggap pemerintah gagal menjalankan amanat rakyat. Kami tak takut ancaman ditembak, karena aksi kami adalah aksi damai," kata Agus Priyanto, Selasa (19/10/2010), saat menggelar jumpa pers terkait rencana aksi Rabu (20/10/2010) besok.
"Perintah tembak di tempat adalah bagian dari paraniod pemerintah karena pemerintah selalu memutarbalikkan fakta. Mengklaim angka kemiskinan menurun yang sebenarnya tak sesuai dengan fakta. Kami tegas pemerintahan SBY-Boediono," tegasnya lagi.
Ditegaskan pula, aksi demonstrasi besar yang dilakukan adalah bagian dari gelombang kekecewaan rakyat terhadap pemerintahan SBY-Boediono. "Ketakutan pemerintah, penguasa yang dungu saat masyarakatnya mengungkapkan aspirasinya," tegasnya.
Dipastikan, ribuan massa dari berbagai elemen akan melakukan aksi turun ke jalan bertepatan dengan satu tahun pemerintahan SBY-Boediono. Aksi yang akan dilakukan ini, akan mengusung satu tema; Rezim SBY-Boediono gagal.
Para elemen massa yang akan melakukan aksi antara lain; Petisi 28, GMNI, PMKRI, Repdem, IMM, GR2B, LMND, PRD, Jaman, BEM Mercu Buana
yang tergabung dalam Persatuan Oposisi Nasional.
Kemudian, BEM se Indonesia, Aliansi Buruh Menggugat (ABM) serta beberapa elemen masyarakat lainnya dari kalangan buruh,tani,nelayan, organisasi mahasiswa dan LSM yang lain.