Hary Tanoe: TPI Ganti Nama Bukan Karena Kasus dengan Tutut
Lebih-lebih pecinta berat televisi keluarga TPI, hari ini tiba-tiba saja Ke logo TPI menghilang dan berubah menjadi MNC TV.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mungkin pemirsa televisi hari ini dibikin kaget. Lebih-lebih pecinta berat televisi keluarga TPI, hari ini tiba-tiba saja Ke logo TPI menghilang dan berubah menjadi MNC TV.
Ya, TPI menganti merek dan logo. Kini TPI menjadi MNCTV dengan tagline "Selalu di Hati".
Menurut Direktur Utama MNC, Sang Nyoman Suwisma, perubahan itu dimaksudkan menghapus persepsi yang kurang pas dalam memperkuat posisi sebagai tv swasta nasional unggulan. "Maka TPI mengganti merek dan logo perusahaan menjadu MNCTV, diharapkan dapat menperluas pangsa pasar dan pemirsa," ujarnya saat menggelar press conference di Hotel Crown, Jakarta, Kamis (21/10/2010).
Perubahan logo resmi ditandai dengan penayangan proram MNC Selalu di Hati yang disiarkan kemaren malam.
Menurut Hary Tanoesoedibjo selaku CEO MNC Group mengatakan, bahwa perubahan nama TPI menjadi MNC bukan karena alasan tetentu ataupun terpengaruh pada berita media massa.
"Sudah dipikirkan lama jauh-jauh hari. Antara rating harus seimbang.
Fenomena bahwa kinerja rating yang baik tidak diimbangi kinerja iklan. Belanja Iklan di TPI nomor 10 jadi tidak imbang jumlah brand atau produk yang beriklan 883, padahal kita momor 4," tukasnya.
Karena kinerja iklan tidak seimbang Hary menambahkan, maka TPI harus ganti logo dan brandingnya. "Pengantian di udara bukan badan hukum. Kinerja produksi tidak diimbangi kinerja iklan. Nama diudara TPI perlu diganti," tegasnya.
TPI selama ini selalu berimej sebagai tv pendidikan menurut Hary berpengaruh denga kinerja iklan.
"Biarkan permasalahan hukum tetap berjan dan ini berbeda dengan sistem produksi dan persoalannya terpisah," ujarnya.