Merapi Meletus

Ganti Rugi Sapi Rp 10 Juta tapi Santunan Korban hanya Rp 4 Juta

Kalangan DPR RI meminta masyarakat luas tidak membanding-bandingkan antara ganti rugi sapi sebesar kurang lebih Rp 10 juta dan santunan...

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Kalangan DPR RI meminta masyarakat luas tidak membanding-bandingkan antara ganti rugi sapi sebesar kurang lebih Rp 10 juta dan santunan bagi warga Rp 4 juta yang meninggal dunia akibat meletusnya Gunung Merapi, Jawa Tengah.

Santunan Rp 4 juta diberikan kepada korban jiwa tak hanya bagi korban Merapi tapi juga bagi korban meninggal tsunami Mentawai.

"Kami pikir jangan dilihat di situnya. Jangan ganti rugi itu (sapi) disamakan dengan manusia," kata Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (11/11/2010).

Komisi VIII antara lain membidangi urusan bencana nasional dan urusan sosial keagamaan.

Mengutip penjelasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kadir Kading mengatakan ganti rugi sapi mati akibat Merapi sebenarnya tidak dipatok Rp 10 juta namun pada kisaran harga itu.

Dengan kata lain, ganti rugi sapi mati tentu saja dilihat dari kepantasannya.
"Memang dana santunan bagi warga korban Merapi Rp 4 juta. Itu namanya dana santunan duka diberikan kepada ahli warisnya. Dan untuk ganti rugi sapi bisa Rp 5 juta dan bisa Rp 10 juta," kata Kadir.

Namun, lanjut politisi PKB, santunan untuk korban manusia konteksnya lain. Santunan yang diberikan bisa diberikan kepada keluarganya untuk digunakan memperbaiki rumah, rehabilitasi, dan sebagainya.

Karena itu, kata dia, jangan dilihat dari nilai santunan yang diberikan.
"Memang dari Dewan sudah menganggarkan Rp 100 miliar untuk dana bencana ini. Kami melihat perkembangan sepertinya dana tanggap bencana akan membengkak karena proses tanggap bencana jalan terus," papar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Bambang Soesatyo tak ingin membandingkan anggaran ganti rugi sapi dan untuk korban nyawa manusia. "Tak ada alokasi dana seperti itu," kata Bambang.

Dijelaskan, Dewan justru mendorong Pemerintah menggunakan dana cadangan bencana yang tersedia kurang lebih Rp 4 triliun seluas-seluasnya. "Dan harga nyawa manusia harus jauh lebih mahal," kata politisi Partai Golkar ini.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Anwar Sadat Guna
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved