Des Alwi Meninggal
Boediono: Des Alwi Memang Pelaku Sejarah
Almarhum Des Alwi Abubakar (83) akan dimakamkan secara kenegaraan dan upacara pelepasan akan dilaksanakan secara militer.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Almarhum Des Alwi Abubakar (83) akan dimakamkan secara kenegaraan dan upacara pelepasan akan dilaksanakan secara militer. Jenazah akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Banda Naira, Maluku Tengah dengan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (12/11/2010)
"Ini semua diselenggarakan oleh negara, jadi beliau memang pelaku sejarah kemerdekaan yang benar mengalami berjuang fisik pada waktu itu," kata Wakil Presiden RI, Boediono yang mengunjungi rumah almarhum di Jalan Taman Biduri Blok N1/7, Permata Hijau, Jakarta Barat.
Boediono yang mengenakan batik abu-abu menceritakan bahwa sejak kecil, Des Alwi telah bertemu dengan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir sampai dibawa ke Pulau Jawa. "Kita merasa kehilangan dan bangga dengan hasil yang beliau berikan," ujar Boediono yang datang pada pukul 13.30 WIB.
Sementara Menteri Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto mengakatan upacar kenegaraan dilakukan untuk memberi penghormatan kepada almarhum sebagai penerima Bintang Mahaputra Pertama dari Pemerintah Indonesia. "Kecintaannya kepada RI terlihat dari diselenggarakannya acara pariwisata Sail Banda,itu juga karena beliau," ujarnya
Des Alwi kelahiran Banda Naira, Maluku Tengah, 17 November 1927. Dirinya menerima Bintang Mahaputra Pertama dari Pemerintah Indonesia tahun 1990. Almarhum Dea Alwi meninggalkan tiga anak serta enam cucu. Sedangkan istri Des Alwi, Anne Marie Mambu, serta anak pertama, Karma Alwi telah meninggal dunia.
Pejabat yang hadir antara lain Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad, Sarwono Kusumaatmaja, Bara Hasibuan, Wanda Hamidah, Prabowo Subianto, Djoko Suyanto, Fadly Zon.
Rencananya almarhum akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Banda Naira, Maluku Tengah.
Saat ini Jenazah beliau akan dilepas dengan upacara militer, kemudian diberangkatkan ke Bandara Halim Perdana Kusuma dengan menaiki Pesawat Hercules milik TNI AU. Sesampainya di Banda Naira, Maluku Tengah, jenazah beliau akan diterima oleh Gubernur Maluku Tengah.