PASCAMERAPI MELETUS
Awas! Rawan Penularan Penyakit Pes di Cangkringan
Pemerintah Provinsi DIY prioritaskan penanganan penyebaran penyakit pes di kawasan rawan bencana kecamatan Cangkringan.
TRIBUNNEWS.COM, JOGJA- Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) prioritaskan penanganan penyebaran penyakit pes di kawasan rawan bencana kecamatan Cangkringan. Langkah itu dilakukan sebab, Cangkringan berdekatan dengan Kabupaten Boyolali yang pernah menjadi daerah endemik penyakit Pes.
"Alasan lainnya, pasca erupsi Merapi banyak bangkai hewan ternak dan unggas penduduk yang mati tertimbun. Penularan melalui bangkai hewan yang terbawa oleh hewan penularnya sangat mungkin terjadi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan Pemrov DIY, Daryanto, (04/12/2010).
Menurut dia, pemerintah segera melakukan penjaringan terhadap hewan penyebar penyakit Pes yaitu tikus, hewan akan discreening melalui tes khusus dengan mengambil sample darah dan kutu yang menempel pada tikus yang diteliti.
"Rencananya, jenis tikus yang akan discreening dari Cangkringan yaitu tikus hutan, tikus rumah tangga dan tikus selokan," terangnya.
Pengelolaan kualitas lingkungan kawasan rawan bencana sudah dilakukan secara bertahap melalui petugas kesehatan setempat. Pemerintah melalui dinas kesehatan kini mulai mengindentifikasi kemungkinan jenis penyakit lain pasca bencana seperti, Campak dan Pes.
Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Pemprov DIY, Hikmatin menambahkan, penerapan pola masih perlu dilanjutkan, “Ada sepuluh poin yang harus dilakukan agar lingkungan tidak mudah terjangkit penyakit,” katanya.
Dijelaskan, indikator kesehatan yang perlu diperhatikan antara lain, menggunakan jamban sehat, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari dan tidak merokok di dalam rumah.
"Sedangkan sisanya, persalinan ditolong oleh tenaga medis, memberi ASI eksklusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun,”imbuhnya. (*)