Breaking News:

Dicemooh Menkopolhukam Tetap Tenang

Ratusan orang mencemooh dan memaki dirinya, namun Djoko Suyanto, tetap tenang.

zoom-inlihat foto Dicemooh Menkopolhukam Tetap Tenang
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Menkopolhukam Djoko Suyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan orang mencemooh dan memaki dirinya, namun Djoko Suyanto, tetap tenang. Tutur kata yang keluar dari mulut Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan ini mengalir dengan lancar, ketika ia memberikan kesaksian dalam sidang dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh dua aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), hari ini, Kamis (20/1/2011).

Djoko yang dihadirkan sebagai saksi pelapor dalam sidang tersebut, berkali-kali dicaci maki oleh pengunjung sidang, ketika ia menjelaskan mengapa dirinya melaporkan Mustar Bonaventura, dan Ferdinandus Semaun dua aktivis Bendera ke Polda Metro Jaya.

"Karena tuduhan itu tidak benar dan saya tidak menerima uang tersebut, saya merasa difitnah, dan saya merasa tercemar," aku Djoko.

Namun, ucapannya tersebut ditimpali caci maki oleh pengunjung sidang. "Penipu, periksa harta kekayaannya, kebenaran pasti terungkap," seru beberapa orang pengunjung sidang.

Tetapi Djoko, dengan tenang terus melanjutkan keterangannnya, tidak terdengar getaran dalam nada suaranya, tidak terlihat kegugupan dari gerak tubuhnya. Mantan Panglima TNI itu, terlihat tenang menyampaikan keterangannya, dan tidak menghiraukan cemoohan terhadap dirinya dari pengunjung sidang.

Ia menjelaskan, awal kali dirinya merasa difitnah dan telah dicemarkan nama baiknya, ketika ia menyaksikan sebuah pemberitaan televisi nasional pada 30 November 2009. Dalam pemberitaan tersebut terangnya, ia melihat terdakwa Mustar, menunjukan satu lembar kertas berisikan nama-nama penerima aliran dana bail out Bank Century.

Ia mengaku mendengar namanya disebutkan sebagai salah satu penerima uang Bank Century sebesar Rp 10 miliar. Tetapi mantan Panglima TNI ini mengaku tidak pernah menerima lembaran kertas tersebut.

Memang, sidang dua aktivis Bendera yang terselenggara hari ini berbeda dengan sidang-sidang lainnya. Ratusan orang pengunjung yang merupakan aktivis LSM Bendera berulangkali menginterupsi jalannya sidang, dengan berteriak-teriak di dalam persidangan.

Tak hanya Djoko yang menjadi sasaran, Majelis Hakim, yang diketuai oleh Bayu Istiatmoko juga tidak luput mendapatkan caci maki.

Beberapa kali pengunjung menuding Majelis Hakim berpihak kepada Djoko, dan tidak memberikan keadilan bagi dua terdakwa dan kuasa hukum mereka.

Halaman
12
Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Kisdiantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved