Stadion Lebak Bulus Dipindahkan
Pegawai Stadion tak Yakin Isu Penggusuran Terealisasi
Seorang pegawai Stadion Lebak Bulus, yang merupakan satpam mengaku tak meyakini isu penggusuran Stadion akan terlaksana.
"Awalnya saya yakin waktu kabar berhembus bahwa terminal sama Stadion mau digusur. Kalau cuma ini yang digusur gampang, karena keduanya punya Pemprov DKI. Tapi kalau sudah menjalar ke area di luar terminal sama stadion itu yang susah. Karena akan berurusan sama warga," ujarnya saat ditemui tribunnews.com di Stadion Lebak Bulus yang enggan disebut identitasnya, Jakarta Selatan, Minggu (13/2/2011).
Meski telah mendengar isu tersebut, namun pihak Stadion tetap beraktivaitas seperti biasanya. Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada perubahan aktivitas dari pihak Stadion.
"Latihan SSB masih ada, kita di sini seperti biasa saja. Seolah tidak ada isu apa-apa," ucapnya.
Seperti diketahui Pemprov DKI berencana menggusur wilayah sekitar terminal Lebak Bulus hingga lokasi stadion untuk dialihfungsikan menjadi jalur Mass Rapid Transportation (MRT). Penggusuran sendiri akan dilakukan pada tahun ini.
Proyek MRT sendiri terdiri dari Koridor Selatan - Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang 23,3 kilometer dan Koridor Timur-Barat sepanjang 87 kilometer. Pembangunan Koridor Selatan-Utara dari Lebak Bulus-Kampung Bandan dilakukan dalam 2 tahap.
Tahap pertama akan dibangun jalur yang menghubungkan Lebak Bulus ke Bundaran HI sepanjang 15,2 kilometer dengan 13 stasiun yang terdiri dari 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah. Proyek ditargetkan selesai dan mulai bisa beroperasi pada akhir 2016.
Sementara tahap kedua akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan, sepanjang 8,1 kilometer. Rencananya proyek akan mulai dijalankan sebelum proyek tahap I beroperasi, dan ditargetkan selesai pada 2018.
Sedangkan untuk Koridor Barat-Timur, saat ini sedang dalam tahap pre-feasibility study. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024- 2027. (*)