Rusuh Sidang di Temanggung
Terbuka Peluang Kapolda Jateng Juga Dimutasi
Mabes Polri menerjunkan tim guna menginvestigasi dan mengevaluasi sistem pengamanan di wilayah hukum Polda Banten dan Jawa Tengah sebagai
Temuan kurang jalannya sistem pengamanan terkait kasus Ahmadiyah di Cikeusik membuat Kapolda Banten Brigjen Pol Agus Kusnadi, Direktur Intelkam Polda Banten dan Kapolres Pandeglang dicopot dan dimutasi.
Hal yang sama juga berlaku, jika tim pengawasan internal Polri menemukan ada kesalahan ataupun kurang jalannya sistem pengamanan yang dilakukan Kapolda Jateng, Irjen Pol Edward Aritonang tekait kasus kerusuhan Temanggung.
"Yang jelas, tim semuanya turun, baik di Cikeusik maupun Temanggung. Kami lihat hasilnya bagaimana temuan di lapangan, ternyata di Cikeusik itu ada sistem yang kurang jalan. Di Jateng belum ada laporan, tunggu saja," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Bahrul Alam.
Tim dari Inspektorat Pengawasan Umum Polri akan memeriksa petugas kepolisian yang dianggap bertanggungjawab atas kerusuhan Temanggung.
"Dicek di TKP, langkah-langkah apa yang dilakukan anggota. Semua dimintai pertanggungjawaban," jelasnya.
Kabag Penum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar menambahkan, bahwa sejauh ini tim Mabes Polri masih terus melakukan investigasi di Temanggung.
Menurutnya, kurangnya jalannya fungsi intelejen di wilayah hukum Polda Jateng bisa juga terjadi. Karena itu, mutasi posisi Kapolda Jateng bisa juga terjadi.
"Nanti kalau ada kekurangan itu, apapun bisa terjadi," ujar Boy.