Sabtu, 24 Januari 2026

Data Militer Dicuri

Hatta Rajasa Sangkal Kehilangan Data Rahasia

Hatta Rajasa menyangkal delegasi yang dipimpinnya ke Korea Selatan kehilangan laptop yang berisi dokumen rahasia negara.

Penulis: Ade Mayasanto
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ade Mayasanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyangkal delegasi yang dipimpinnya ke Korea Selatan kehilangan laptop yang berisi dokumen rahasia negara. Selama tiga hari berada di Korsel, Hatta belum pernah dilapori perihal pencurian laptop berisi dokumen rahasia negara, termasuk data rencana pembelian pesawat T-50.

"Selama tiga hari kunjungan dan rapat bilateral berjalan dengan baik, dan tidak ada sama sekali laporan kehilangan, apalagi menyangkut rahasia pertahanan," kata Hatta Rajasa melalui pesan pendek kepada Tribunnews.com di Jakarta, Minggu (20/2/2011).

Menurutnya, selaku pimpinan delegasi kunjungan ke Korsel, misi yang dilakoni adalah merajut kerjasama di bidang perekonomian yang telah dijajaki antarkepala pemerintahan antara Indonesia dan Korsel.

"Misi kunjungan saya adalah kerjasama bidang perekonomian, khusunya investasi Korea dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi di Indonesia," ujarnya.

Untuk diketahui, Hatta datang bersama Kepala BKPM Gita Wirjawan, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Delegasi SBY ini bertemu dengan Presiden Republik Korea Selatan Lee Myun Bak di Blue House, Seoul, Korsel pada Rabu (16/2) kemarin.

Kunjungan Hatta berikut rombangan sebagai tindak lanjut perjanjian kerjasama ekonomi yang ditandatangani Presiden Lee Myung-bak dan Presiden Yudhoyono pada pertemuan puncak ASEAN Desember 2010 lalu.

Namun di penghujung kunjungan, data-data rahasia tentang militer Indonesia dicuri oleh tiga penyusup. Dua orang pria dan satu perempuan berhasil masuk ke kamar hotel salah satu staf delegasi di Hotel Lotte, lantai 19.

Para pencuri yang berparas Asia ini menduplikasi dokumen rahasia yang terdapat di salah satu laptop staf delegasi Indonesia. Diduga dokumen yang berhasil diduplikasi berisi rahasia pertahanan, termasuk pembelian pesawat T-50 dari Korea.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved