Breaking News:

Mbah Surono Pantau Tiga Gunung Api Aktif

Tiga gunung berapi yakni Tambora, Anak Krakatau, dan Pusuk Buhit di Toba, mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

zoom-inlihat foto Mbah Surono Pantau Tiga Gunung Api Aktif
net
Gunung anak krakatau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga gunung berapi yang memiliki sejarah letusan fenomenal di dunia, yakni Gunung Tambora, Anak Krakatau, dan Pusuk Buhit di Toba, mendapatkan pengamatan yang serius dari pemerintah.

Staf Khusus Presiden RI Bantuan Sosial dan Bencana (SKP-BSB) Andi Arief bersama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merasa perlu mencermati aktivitas trio gunung api itu untuk mengantisipasi dampak-dampak yang mungkin terjadi karena keaktifan ketiganya.

“Pemantauan atas Tambora, Krakatau, dan Toba, merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana. Kita perlu memiliki data perkembangan aktivitas gunung-gunung api yang ada di Indonesia untuk dilaporkan secara kontinyu kepada pengambil kebijakan dan disosialisaskan kepada masyarakat,” ujar Andi Arief dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Senin (7/3/2011).

Menurut Andi Arief, PVMBG sebagai institusi pemerintah yang berada di bawah Kementerian ESDM telah meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas ketiga gunung api tersebut.

Hal itu dilakukan PVMBG, yang dipimpin Dr. Surono, sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam mendeteksi setiap perkembangan aktifitas gunung api.

“Data-data yang didapatkan di lapangan akan berguna bagi pengembangan sistem peringatan dini serta perancangan pola antisipasi dini terhadap potensi bencana. Kita perlu menyiapkan tata cara mengantisipasi ancaman letusan gunung api sekelas Tambora,” lanjutnya.

Gunung Tambora secara administratif terletak di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Letusan gunung api aktif itu pada tahun 1815 telah membuat kehebohan dunia. Abu vulkanik letusan Tambora menutupi sinar matahari, sehingga mendorong terjadinya perubahan iklim dunia.
Dampaknya, benua Eropa tidak mengalami musim panas selama beberapa tahun, sehingga hampir semua negara di sana mengalami gagal panen. Kelaparan hebat yang ditimbulkan masa gagal panen itu, bahkan menyebabkan kekalahan tentara Napoleon Bonaparte dalam berbagai peperangan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved