Jumat, 23 Januari 2026

Bocoran Wikileaks Seputar SBY

Yusril: Sudah Lama Saya Dimata-matai

Yusril Ihza Mahendra mengaku tak kaget atas pemberitaan media Australia, yang menyebut dirinya sebagai menteri senior yang dimata-matai

Penulis: Y Gustaman
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra mengaku tak kaget atas pemberitaan media Australia, yang menyebut dirinya sebagai menteri senior yang dimata-matai Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dalam KIB I. 

"Saya sebenarnya tidaklah terlalu terkejut mendengar berita seperti itu, karena sejak lama saya memang merasakannya," ujar Yusril dalam rilis resmi yang diterima Tribunnews.com, Jumat (11/3/2011).

Menurut Yusril, tentu saja sejauh itu adalah pekerjaan intelijen, maka sangat sulit untuk melacaknya. Ia menyesalkan perlakuan SBY, jika memang itu benar, sebagaimana disebutkan dalam komunikasi rahasia Kedubes Amerika Serikat.

Padahal, kata Yusril, dirinya adalah pendukung utama SBY untuk menjadi Presiden di tahun 2004. "Bahkan saya bersama-sama dengan Ketua Partai Demokrat Boedisantoso dan Jenderal Eddy Sudradjat, Ketua PKPI, adalah penandatangan pencalonan SBY menjadi Presiden untuk didaftarkan ke KPU."

"Sehingga, saya tidak mengerti kalau saya dianggap sebagai rival dan harus dimatai-matai. Sebagai sesama kawan dan sahabat dekat, saya kira langkah itu memang kurang etis," kata pemeran Panglima Cheng Ho itu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved