Rabu, 3 Juni 2026

Teror Bom Buku

Menhan: Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meminta semua pihak jangan memutuskan buru-buru motif teror bom buku bersifat politis atau balas dendam.

Tayang:
Editor: Gusti Sawabi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meminta semua pihak jangan memutuskan buru-buru motif teror bom buku bersifat politis atau balas dendam. Hal tersebut sekarang belum dapat disimpulkan apa keputusannya.

"Saya kira belum bisa itu dikatakan sekarang, kan masih diselidiki lebih dalam terutama akar permasalahannya. Sumbernya dari mana, jadi tidak bisa secara buru-buru diputuskan ini politik, apakah ini balas dendam, dan sebagainya," ujar Menhan saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/3/2011).

Sementara itu saat ditanyakan apakah teror bom buku masuk kategori pembunuhan, Purnomo enggan menjawabnya secara gamblang.

"Sekarang kan belum selesai penyelidikan jadi lebih baik ditunggu saja nanti
penjelasan Polri karena yang di depan itu Polri. Jadi kami sepanjang itu
diminta, kami dukung dan permintaan kepada kamipun tidak bisa langsung.
Jadi lewat BNPT," jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, teror bom buku terjadi di 3 tempat berbeda, diantaranya di kantor JIL Utan Kayu, Jakarta Timur, kantor BNN dan kediaman politisi Japto Soerjosoemarno.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved