DPR Tonton Video Porno
Salah Kaprah Jadikan Arifinto Pahlawan
Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit mengatakan terjadi salah kaprah dalam kasus anggota Komisi V DPR Arifinto.
"Sebaiknya jangan terjebak membalik perjalanan Arifinto menjadi pahlawan, dia itu tetap bersalah. Mundur itu kan hanya kewajiban dia sebagai manusia, karena bersalah," kata Arbi Sanit, Selasa (12/4/2011).
Arbi mengatakan Arifinto jelas tidak menjaga tingkah laku. Seorang pemimpin harus menjaga tingkat laku dan perkataannya karena itu bagian dari tugas pemimpin. Didalam PKS sendiri banyak yang memiliki perilaku yang lebih parah dari Arifinto, tapi mereka tetap tidak mau mundur.
"Kalau dikatakan Arifinto contoh yang baik apalagi yang mengatakan itu elit PKS seperti Anis Matta, yah diikuti dong. Dia kan juga bermasalah seperti banyak elit PKS lainnya. Jangan cuma bilang jadikan contoh, tapi elitnya tidak memberi contoh," tegasnya.
Menurut Arbi Sanit, Arifinto itu mundur karena sudah tidak mungkin mengelak dengan bukti-bukti yang ada. "Mau tidak itu Anis mundur karena dapat uang yang tidak jelas dari Adang Dorodjatun?" tegasnya.
Saat ini menurut Arbi memang ada fenomena orang-orang bersalah kalau mengaku atau menjadi whistle blower dianggap pahlawan.
"Pahlawan dengan bandit kalau begini bedanya tipis. Contoh saja itu Gayus Tambunan, Susno Duadji dianggap sebagai pahlawan, padahal mereka jelas bersalah. Bukan berarti kalau menjadi whistle blower bisa dijadikan pahlawan," tegas Arbi Sanit.