Sabtu, 11 April 2026

Tentara dan Warga Bentrok di Kebumen

Repdem: TNI Jangan Gunakan Cara Orba

Presiden SBY sebagai panglima tertinggi TNI diminta untuk bertindak tegas, memerintahkan TNI keluar areal yang disengketakan oleh warga di Kebumen.

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Gusti Sawabi


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Repdem (Relawan Perjuangan Demokrasi) sebagai organisasi sayap PDI Perjuangan mendesak kepada TNI untuk tidak menggunakan cara-cara lama dalam menangani konflik tanah dengan rakyat. Repdem kemudian meminta kepada pimpinan TNI, khususnya TNI AD bertanggung jawab atas tindakan penembakan dan pemukulan terhadap warga di Kebumen.

"Kami mengecam tindakan pasif dari kepolisian yang sama sekali tidak menunjukkan doktrin Melindungi dan Melayani masyarakat. Mengedepankan pendekatan militerisme dan mengesampingkan dialog dengan rakyat dalam menangani konflik, bukti TNI saat ini masih melanjutkan tradisi lama militer seperti masa Orde Baru yang  anti-rakyat, anti-petani, dan anti-demokrasi," papar Ketua Repdem, Masinton Pasaribu, Senin (18/04/2011).

Diungkapkan, tanah bagi rakyat adalah sumber penghidupan yang menafkahi keluarga. Dan, reformasi agraria mutlak dilaksanakan tanpa menggunakan cara-cara militerisme dalam penyelesaian sengketa agraria seperti di Kebumen dan di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Presiden SBY sebagai panglima tertinggi TNI diminta untuk bertindak tegas, memerintahkan TNI keluar dari areal lahan yang disengketakan oleh warga di Kebumen. Agar rakyat bisa aman dan nyaman dalam menjalani kehidupannya tanpa dihinggapi rasa ketakutan penyerbuan oleh TNI AD.


"Penyelesaian kasus sengketa lahan tersebut diselesaikan dengan cara dialog yang mengedepankan musyawarah mufakat," demikian Masinton Pasaribu. (tribunnews/yat) 
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved