Sabtu, 24 Januari 2026

Negara Islam Indonesia

Katakan Tidak untuk NII

Berbagai macam cara digunakan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, untuk merekrut anggotanya. Mulai dari mengusung

Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai macam cara digunakan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, untuk merekrut anggotanya. Mulai dari mengusung semangat persaudaraan kepada orang-orang yang tengah bernasib buruk, hingga pendekatan langsung kepada calon anggotanya.

Menurut salah seorang mantan staff camat NII, Sukanto, saat ditemui wartawan usai ia memberikan kuliah singkat mengenai bahaya NII KW 9 di Mesjid Baiturahman, Universitas Dharma Persada, Duren Sawit Jakarta Timur, Jumat (06/05/2011), ciri yang jelas atas ajakan untuk bergabung dalam gerakan NII KW 9 adalah ajakan untuk mendirikan negara Islam.

Lebih lanjut Sukanto menjelaskan, bahwa anggota NII akan terus mengejar mangsanya sampai dapat, bahkan kerap kali dibarengi dengan teror-teror untuk mengintimidasi calon anggota.

"Karena anggota tersebut akan mempertanggung jawabkan nama sang calon, kepada atasan-atasannya," katanya.

Pendiri NII Crisis Center itu juga menjelaskan, bahwa sang calon anggota akan terus dikejar kemanapun juga, sampai sang calon dapat terekrut.

"Oleh karena itu katakan tidak dengan tegas pada NII KW 9, maka ia (calon anggota) akan dijauhi oleh anggota NII karena dianggap sudah tidak mungkin direkrut," ujarnya.

Selain itu Sukanto menyarankan kepada siswa sekolah dan mahasiswa yang juga rawan menjadi korban perekrutan, untuk terus mengkritisi pemikiran-pemikirannya, terutama jika ada yang menghasut untuk mendirikan negara Islam.
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved