Sabtu, 13 Juni 2026

Contek UN Berjamaah di Surabaya

Ini Pernyataan Tokoh Masyarakat dan Aktivis Untuk Ibu Siami

Sejumlah aktivis berkumpul di Gedung Mahkamah Konstitusi, untuk memberikan dukungan moril kepada Ibu Siami

Tayang:
Editor: Yudie Thirzano

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah tokoh masyarakat, aktivis, dan warga masyarakat, berkumpul di Gedung Mahkamah Konstitusi, untuk memberikan dukungan moril kepada Ibu Siami, yang karena kejujurannya terusir keluar dari kampungnya.

Mereka semua tergabung di dalam Koalisi Masyarakat Pendukung Kejujuran Ibu Siami, "Jujur itu hebat". Di antara mereka, terlihat anggota Komisi I DPR RI, dari fraksi Demokrat, Ramadhan Pohan, mantan panglima TNI, Endiartono Sutarto, Sosiolog UI, Imam Prasodjo, Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, mantan Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Bersatu, Fahmi Idris, dan putri mantan Presiden RI ke empat, Gus Dur, Yenny Wahid serta pengacara Todung Mulya Lubis.

Apa tanggapan mereka terhadap peristiwa yang dialami oleh ibu Siami? Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Imam Prasodjo, berpendapat bahwa peristiwa yang dialami oleh Ibu Siami baru-baru ini, menjadi momen untuk membangun koalisi untuk kejujuran. Ibu Siami diketahui, merupakan orangtua murid SDN Gadel 2, Alif. Ia dan keluarganya diusir oleh warga kampunya, karena melaporkan adanya insiden mencontek masal, di sekolah putranya.

"Ini jadi momen untuk membangun koalisi kejujuran, karena itu tak bisa tidak berbaris, sementara kebohongan berbaris rapi," ujar Imam, kepada wartawan yang menemuinya dalam acara Koalisi Masyarakat Pendukung Ibu Siami, "jujur itu hebat", yang digelar di Aula Gedung MK, hari ini, Kamis (16/6/2011).

Menurutnya, selama ini orang jujur selalu terasingkan dari masyarakat Indonesia. Tetapi hal itu diakibatkan oleh sistem yang ada. "Nilai-nilai masyarakat tak tumbuh begitu saja, tapi secara bertahap muncul karena struktur, seringkali kebijakan mendorong perilaku masyarakat," katanya.

Sementara itu, putri dari Presiden Indonesia ke 4, Gus Dur, Yenny Wahid, dalam acara yang sama menyerukan, bagi warga masyarakat yang masih menjunjung tinggi kejujuran, untuyk membuat trobosan. "Hari ini pembuktian bahwa kebaikan terorganisir meneriakan kepada kejahatan bahwa kita tidak bisa menerima kejahatan," serunya.

Sementara Ramadhan Pohan, legislator Demokrat, meminta elit di negara ini berkaca kepada perilaku Ibu Siami. "Elit harus belajar," serunya. Todung Mulya Lubis, seorang pengacara kawakan juga angkat bicara. Ia menyatakan pihak Lembaga Bantuan Hukum, siap mendampingi Ibu Siami, bila nanti harus menjalani proses hukum. "Kalau dia mendapatkan tekanan hukum atas apa yang ia lakukan, LBH akan memberikan bantuan kepada Ibu Siami," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, cerita Siami bermula dari laporan putranya Alif, yang diminta dua orang gurunya memberikan contekan kepada teman-temannya satu kelas saat Ujian Nasional (UN). Alif dikenal sebagai anak pandai di sekolahnya.

Siami kemudian mengadukan hal tersebut ke kepala sekolah dan komite sekolah, namun tidak digubris. Kasus ini lalu masuk media massa sehingga menarik perhatian Walikota Surabaya. Kepala sekolah dan dua guru SD tersebut mendapat sanksi. Sedangkan warga Gadel, tempat Siami tinggal marah besar pada Siami dan keluarganya dan menyebutnya sebagai "sok pahlawan" dan "tak punya hati nurani."

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved