Buku Cikeas Kian Menggurita

George Aditjondro Kembali Bongkar Kebobrokan Cikeas

George Junus Aditjondro membuat buku sekuel, Cikeas Kian Menggurita.

George Aditjondro Kembali Bongkar Kebobrokan Cikeas
TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHAZALI
George Aditjondro terbitkan buku Cikeas Kian Menggurita

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Sigit Widya

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Setelah membuat buku “Membongkar Gurita Cikeas: di Balik Kasus Bank Century” pada 2009 lalu, kini George Junus Aditjondro membuat buku sekuel, “Cikeas Kian Menggurita”.

Buku setebal 204 halaman tersebut diterbitkan oleh Galangpress, Yogyakarta. Meski kesulitan dalam memasarkannya, George mengaku tak masalah.

Buku tersebut dilaunching di Kantor Galangpress, Baciro, Yogyakarta, Kamis (7/7/2011) sore. Selain George, hadir dalam acara tersebut adik Sri Sultan Hamengku Buwono X, GBPH Prabukusumo; Pimpinan Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang, KH Nurul Arifin Husein (Gus Nuril); Wakil Direktur Pusat Kajian Anti-Korupsi UGM, Hidzfil Alim; dan pemilik Galangpress, Julius Felicianus.

“Inti yang ingin saya sampaikan dalam buku ini ada di BAB IV. Dalam pandangan saya, terbentuknya pemerintahan SBY-Boediono tidak jauh dari pelanggaran besar saat proses pemilihan umum. Kemenangan Partai Demokrat, SBY, juga Boediono tidak sah. Mereka juga menjalankan pemerintahan ilegal,” papar George.

Terpilihnya SBY dan Boediono dalam pemilihan presiden (pilpres) juga melalui proses yang tidak fair. Banyak pelanggaran hukum, mulai dari independensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sampai pelanggaran yang lebih bersifat teknis.

“Ketua KPU, Abdul Hafiz Anshari, telah melanggar independensi KPU. Secara terang-terangan, ia berpihak kepada SBY dengan menyambutnya di Tempat Pemungutan Suara Cikeas,” lanjutnya.

Andi Nurpati, mantan anggota KPU, secara demonstratif mengenakan jilbab berwarna biru, warna khas Partai Demokrat, saat perkenalan KPU dengan SBY di Cikeas. Kemudian, Andi Nurpati bergabung dengan Demokrat dan diangkat menjadi salah satu Ketua DPP usai Pilpres.

Hidzfil Alim menilai, kemunculan buku “Cikeas Kian Menggurita” menantang siapapun untuk membuktikan, apa yang diungkapkan dalam buku tersebut. Dengan kata lain, buku tersebut menjadi pelecut semangat bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membongkar penyelewengan di Cikeas.

Editor: Yulis Sulistyawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved