Negara Islam Indonesia
Eks Camat NII: Para Menteri NII Ikut Aksi di Mabes Polri
Sementara atribut organisasi MIM dan bendera merah putih yang digunakan saat aksi, tuding Imam hanya kedok belaka.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekitar delapan ribu pendukung pimpinan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Salat Zuhur berjamaah di lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, kemarin siang. Aksi ini diduga diikuti sebagian besar pejabat dan simpatisan organisasi Negara Islam Indonesia (NII) KW9.
Demikian tudingan mantan Camat NII KW9, Imam Shalahuddin kepada Tribunnews.com, Jumat (15/7/2011). Menurut Imam, peserta aksi mengatasnamakan Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) sebagai kedok belaka. "Saya tahu itu adalah para anggota NII KW9. Karena adik saya sendiri juga ikut di sana dia aparat NII KW9," ujar Imam.
Menurut Imam, peserta aksi terdiri atas menteri, gubernur, pejabat level terendah hingga para siswa NII KW9. "10 orang perwakilan yang diterima Kabareskrim Irjen Pol Sutarman di Gedung Bareskrim itu adalah para menterinya," ujar Imam.
Sementara atribut organisasi MIM dan bendera merah putih yang digunakan saat aksi, tuding Imam hanya kedok belaka. Seragam putih hitam yang digunakan sebagian besar massa, jelas Imam adalah seragam khas NII KW9. "Mereka kan diajarkan juga berbohong untuk mengelabuhi musuh," kata Imam.
Menurut Imam aksi massa itu justru sebagai bukti bahwa massa pendukung NII KW9 melakukan show of force alias unjuk kekuatan. Tudingan Imam ini sudah dibantah sebelumnya oleh MIM yang menggelar aksi kemarin. Menurut mereka pimpinan pondok pesantren Al-Zaytyun itu tidak pernah menyebarkan NII KW9 dan mengajarkan radikalisme.
Seperti diberitakan, pendukung Panji Gumilang menuntut Mabes Polri memberikan keadilan kepada Pemangku Pondok Pesantren Al-Zaytun dan tidak melakukan fitnah terus menerus kepada Panji Gumilang. "Kami meminta jangan ditahan pemangku Pondok Pesantren Al-Zaytun walau satu hari sekalipun," seru koordinator aksi Eko Prayitno, Kamis (14/7/2011).