Mafia Pemilu
Panja Mafia Pemilu Berencana Panggil Paksa Mashuri Hasan
Panja mencoba melakukan komunikasi dengan Kapolri melalui pimpinan DPR
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sampai dengan saat ini pihak kepolisian belum memberikan kepastian kepada Panja Mafia Pemilu untuk mengizinkan pemanggilan mantan juru panggil Mahkamah Konstitusi, Mashuri Hasan.
"Sampai hari ini polisi belum menjawab surat kita kalau pak Bahrul Alam saya lihat di media mempersilahkan siapapun boleh menjenguk, kita nggak menjenguk kok. Kita butuh keterangan dia berkaitan dengan proses Mashuri Hasan yang belum selesai, makanya menurut saya ada miss yang perlu dikomunikasikan," ujar Pimpinan Panja Mafia Pemilu, Ganjar Pranowo saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Kamis(21/7/2011).
Atas hal itulah, menurut Ganjar akhirnya Panja mencoba melakukan komunikasi dengan Kapolri melalui pimpinan DPR. Pihak kepolisian pun beralasan ada masalah di KUHAP yang mengganjal rencana pemanggilan Mashuri Hasan.
"Kemarin kita dengan pimpinan DPR mencoba berkomunikasi dengan Kapolri, Kapolri menjawab memang ada persoalan di KUHAP. Saya cari-cari di KUHAP tidak ada persoalan sebenarnya, justru kalau polisi melihatnya dari situ saya cek, saya kira polisi agak bermasalah jika kalau tidak membaca UU MD3 karena kita punya kewenangan untuk memanggil,"jelasnya.
Lebih jauh Ganjar menjelaskan, apabila sampai nanti upaya pemanggilan tidak juga direspon Mabes Polri, Panja Mafia Pemilu segera akan melakukan pemanggilan paksa. "Nah jika itu sudah kita akan sampai yang ketiga, ketiga ini kita punya hak untuk memaksa,dan yang membantu memaksa itu namanya polisi juga," pungkasnya.