Rencana Pembunuhan Chandra dan Ade
Menyambangi Rumah Alpang, Perencana Pembunuhan Chandra Hamzah (4)
Nama Albert Panggabean atau Alpang tiba-tiba mencuat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Albert Panggabean atau Alpang tiba-tiba mencuat. Orang ini yang dulunya pernah memenjarakan Nazaruddin sekarang malah jadi orang dekat. Komite Etik KPK mengungkap Alpang melakukan percakapan dengan Nazaruddin melalui telepon untuk menghabisi Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah dan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja.
Dari penelusuran Tribunnews.com, Albert Panggabean yang hendak dikonfirmasi tak berada di rumah mewahnya di Klender, Jakarta Timur. Salah seorang satuan pengamanan setempat mengakui rumah megah nomor 28 A adalah milik Albert. "Benar ini rumahnya Pak Albert. Dia pengacara," ujarnya.
Seorang sopir rumah tersebut yang mengaku bernama Yudi mengatakan majikannya bukan lah orang Batak, tetapi orang Padang. "Saya enggak kenal namanya Pak Albert. Ini yang punya Pak Armen. Dia bukan orang Batak tapi orang Padang," ujar Yudi.
Dari pembicaraan tak sampai lima menit itu, Yudi seperti menyembunyikan sesuatu. Ia terlihat gugup ketika Tribunnews.com, berusaha mengonfirmasi rumah milik Albert, majikannya. Reaksinya mulai lain ketika ditanya apakah Albert kerja di perusahaan milik Nazaruddin.
"Saya enggak pernah mengikuti kasus itu. Lagipula saya sopir baru di sini," kelit Yudi.
Kebohongan Yudi semakin menguat ketika Tribunnews.com, berusaha mengonfirmasi alamat rumah Albert Panggabean ke satuan pengamanan kompleks lainnya. Mereka mendengar pernah dititipi pesan kepada satuan pengamanan kompleks. "Nanti, kalau ada yang menanyakan bapak bilang saja enggak tahu," ujar satpam yang minta namanya disembunyikan.
Ia meneruskan, cerita itu memang bukan dilontarkan langsung Alpang, melainkan datang dari sopirnya yang kini sudah keluar. Si Satpam hanya menganggap angin lalu pesan yang diminta sang sopir. "Masa iya harus ditutup-tutupi. Memangnya dia mau bayar saya berapa," timpal satpam tersebut.
Teman satpam lainnya menimpali, keluarga Albert jarang bersosialisasi dengan tetangga di kanan-kiri, dan depan rumahnya. Ia menduga, karena Albert jarang di rumah lantaran waktunya sibuk. "Yang saya tahu ceritanya dia pengacara kelas tinggi," imbuhnya.
Ia mengakui rumah nomor 28 A adalah milik Albert Panggabean. Albert belum lama tinggal di rumah mewah itu yang dibelinya dua tahun lalu. Sebelumnya, kata satpam tersebut, Albert tinggal di rumah tak jauh dari rumah yang ditempatinya.
"Rumah yang dulu kecil. Mungkin karena banyak duit, mau rumah yang begitu besar barangkali. Mobilnya juga bukan dua tapi banyak, sekitar lima. Sukanya gonta-ganti mobil. Kalau keluarganya sendiri enggak pernah sosialisasi," tandasnya.
Tribunnews.com berkali-kali menghubungi Albert Panggabean untuk meminta konfirmasi. Ponselnya aktif tapi tak diangkat, SMS pun tak dibalas. Tribunnews.com juga mendatangi rumah Alpang. Namun, Alpang tak bisa ditemui.