Skandal Nazaruddin
PPP Bela SBY: Surat Balasan untuk Nazaruddin Wajar
Partai Persatuan Pembangunan mengatakan surat balasan Presiden SBY yang kepada Nazaruddin merupakan hal yang wajar.
Laporan wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cibiran demi cibiran terus terlontar dari banyak kalangan menyusul sikap Presiden SBY yang membalas surat dari Muhammad Nazaruddin. Pasalnya, surat balasan tersebut dirasa aneh karena diindikasikan sebuah rekayasa untuk menyandera kasus dugaan korupsi yang menyeret beberapa nama penting di Partai Demokrat.
Akan tetapi, penilaian berbeda muncul dari salah satu partai yang tergabung dalam Sekretaris Gabungan (Setgab), Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kepada wartawan, Wakil Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa mengatakan surat balasan Presiden SBY yang dialamatkan kepada Nazaruddin merupakan hal yang wajar.
"Saya kira enggak ada yang keliru kalau dijawab, nanti kalau enggak dijawab keliru lagi. Balasan surat dari Presiden adalah sesuatu hal yang wajar saja," ujarnya disela-sela acara Buka Bersama dan Tarawih dalam rangka Tasyakur Kemerdekaan dan Peringatan Nuzulul Qur'an di kantor DPP PPP, Senin (22/8/2011).
Menurutnya, tidak ada yang salah ketika seorang Presiden membalas surat yang memang ditujukan kepadanya. Terlebih surat tersebut datang dari Nazaruddin, dimana kasusnya menjadi perhatian publik.
"Apalagi yang bersangkutan bicara secara terbuka," imbuhnya.
"Itu kan ada ekspektasi dari yang mengirim surat, apalagi ini sudah masuk di ranah publik. Jadi menurut saya wajar-wajar saja," tukas Monoarfa.