Breaking News:

Ditemukan Orangutan Penderita Down Syndrome

Satu dari tiga ekor orangutan, yang dievakuasi oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Centre for Orangutan

zoom-inlihat foto Ditemukan Orangutan Penderita Down Syndrome
Samuel Febrianto/Tribunnews.com
Orangutan berusia 3 tahun, yang diduga menderita down syndrome.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu dari tiga ekor orangutan, yang dievakuasi oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Centre for Orangutan Protection (COP) dari Muara Wahau, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu, diduga menderita Down Syndrome.

Down Syndrome adalah kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. 

Menurut siaran pers yang diterima Tribunnews.com, dari COP, Senin (19/9/2011), orangutan yang berusia kira kira 3 tahun tersebut, memiliki penampilan fisik yang mirip dengan penderita Down Syndrome pada manusia, yakni bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar.

Pada bagian wajah tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia).

Pihak Perth Zoo, sudah mencoba memeriksa orangutan tersebut melalui foto, dan mereka mengambil kesimpulan orangutan itu menderita down syndrome.

Orangutan tersebut saat ini sedang dalam perawatan intensif COP di fasilitas BKSDA di Tenggarong.

Down Syndrome, menurut COP tidak hanya diderita oleh manusia, tetapi juga oleh jenis kera non manusia seperti chimpanzees.

Namun kasus Down Syndrome, pada orangutan belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Berita Populer
Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved