13 TKW di Luar Negeri Menghilang
Politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka mengungkap, ada 13 TKW di luar negeri yang kini hilang kontak dengan pihak keluarganya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka mengungkap, ada 13 tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri yang kini hilang kontak dengan pihak keluarganya.
Rieke, kepada wartawan di DPR, Kamis (22/09/2011) berharap kepada pemerintah untuk memberikan perhatian secara khusus.
"Dari laporan yang saya terima, beberapa memperlihatkan kurun waktu yang cukup panjang, kasus TKI hilang ini telah dilaporkan ke pemerintah terkait baik itu Kemennakertans, BNP2TKI, maupun Kemenlu. Namun, hingga saat ini, tidak ada solusi yang diterima oleh keluarga TKI," Rieke menjelaskan.
Ke 13 TKI yang dinyatakan hilang oleh keluarganya adalah;
1. Siti Nur Fatimah binti Sukarwo
Beralamat di Desa Bulaksari Rt 01/Rw 03 Kecamatan Bantar Sari, Cilacap, Jawa Tengah. Siti berangkat ke Saudi Arabi 11 November 2011.
Kasus: Selama sembilan tahun ingin pulang tapi tak diijinkan oleh majikan.
2.Evi Sunengsih, warga Dusun Borontok Timur, Rt 08/02, Desa Sidangsari, Kecamatan Kutawulya, Karawang.
Berangkat menjadi TKI ke Madina pada 2 Desember 2005.
Kasus: dua tahun bisa berkomunikasi namun hingga saat ini komunikasi terputus.
3.Wiwik Hariyanti, warga Dusun Ngraji Rt 01/RW O1 Desa Ngraji Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobongan. Berangkat menjadi TKI pada Juni 2006 ke Malaysia.
Kasus: Sudah melewati masa kontrak 3 tahun Wiwik belum pulang ke Indonesia. Seharusnya Wiwik pulang tahun 2008, berdasar perjanjian Wiwik dengan PJTKI sebelum berangkat.
4.Atika Bin Aji Cartim, warga Dusun Pandawa, RT 15/RW06, Desa Rawa Gempol Kulon, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Berangkat menjadi TKI ke Saudi Arabia pada tahun 2010.
Kasus; disiksa majikan sejak tiga bulan bekerja hingga Januari 2011. TKI dipaksa minum bahan pemutih baju dan disiksa.
Pada Januari 2011, Atika melakukan kontak terakhir dengan keluarga, mengatakan kabur karena tak tahan dengan majikan.
5.Indah Julisah, warga Kampung Cibereng RT 02/RW02, Desa Cibereng, Indramayu, Jawa Barat. Berangkat menjadi TKI pada 19 Januari 2001 ke Saudi Arabia. Kasus: sudah tujuh tahun tidak pulang dan tidak ada kabar.
6.Kasem Bintu Sukarih, warga Buyut Lancip Dekat SD Tenajar IV, Dusun Babadan Tengah, RT01/RW01, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. Berangkat sebagai TKI 1994 ke Jeddah, Saudi Arabia.
Kasus, sudah 14 tahun bekerja tak ada komunikasi
7.Lili Natalia Binti Gono, warga Desa Widasari Blok Satu, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Berangat sebagai TKI pada 11 September 2004 ke Kuwait.
Kasus; habis kontrak, gaji belum dibayar dan sampai sekarang komunikasi terputus.
8.Tonirah Binti Sanadi, warga Desa Cemara Blok Wetan Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Berangkat pada Agustus 2004 menjadi TKI ke Jordania.
Kasus: habis kontrak, gaji tak sesuai.
9.Wiwin Widianingsih, Desa Tukdana Blok Karangmoncol, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Berangkat menjadi TKI ke Saudi Arabia pada 25 Juli 2003. Kasus; kini hilang kontak.
10.Estilawati Binti Darsilam, warga Dusun Pulowideng, RT 03/02, Desa Jayanegara Kecamatan Tempuran Kabupaten Kerawang. Berangkat menjadi TKI ke Saudi Arabia, sampai sembilan tahun tak ada komunikasi.
11.Amih Binti Oying warga Karawang. Kasus; delapan tahun tak ada kabar berita.
12. Niken Roro Mendut, warga Dusun Krajan Desa Paleran RT 03/RW08, Kecamatan Umbulsati, Kabupaten Jember. Berangkat menjadi TKI pada Maret 2010 ke Saudi Arabi.
Kasus: menjadi korban tindak kekerasan, tidak digaji, dan dipindahkan ke majikan.
13. Sunengseh, warga Cirebon.Berangkat menjadi TKI ke Abu Dhabi sejak 25 Juli 2007. Kasus; sejak 2007 hilang kontak dan meninggal misterius di Abu Dhabi. Informasinya baru didapat, pada 12 Agustus 2010 tapi dikabarkan meninggalnya 3 tahun lalu.