Banggar Boikot Pembahasan RAPBN
Pimpinan DPR Bertemu KPK Membahas soal Banggar
Priyo mengatakan, keputusan untuk menggelar rapat koordinasi dengan tiga lembaga penegak hukum telah disepakati pimpinan DPR
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan DPR hari ini berencana akan melakukan pertemuan dengan tiga lembaga penegak hukum, KPK, Kepolisian dan Kejaksaan.
Pertemuan akan membahas mengenai permasalahan hukum terutama pascapemanggilan Pimpinan Badan Anggaran DPR oleh KPK yang berujung kepada pemboikotan pembahasan RAPBN 2012.
Menurut Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, pihaknya sebelumnya menggelar rapat koordinasi dengan tiga lembaga penegak hukum terlebih dahulu bertemu dengan pimpinan Banggar, pimpinan fraksi dan pimpinan Komisi III DPR.
Hal itu, dimaksudkan untuk mempertegas posisi anggota DPR ketika berhadapan dengan masalah hukum dan bagaimana cara menyikapinya tanpa dinilai arogan atau dituding mengatasnamakan hak imunitas DPR.
Priyo mengatakan, keputusan untuk menggelar rapat koordinasi dengan tiga lembaga penegak hukum telah disepakati pimpinan DPR dalam rapat Senin siang dan telah disetujui Ketua DPR RI, Marzuki Alie, yang tidak berada di tempat.
“Ketua DPR tidak ada saat kita (pimpinan dewan, red) rapat, tapi sudah kita komunikasikan melalui telepon dan beliau setuju rapat koordinasi dengan tiga lembaga penegak hukum digelar Selasa (27/9/2011),” ujar Priyo di gedung DPR, Jakarta, Selasa(27/9/2011).
Seperti diketahui sebelumnya, empat pimpinan Badan Anggaran DPR dipanggil KPK untuk dimintai keterangan terkait kasus korupsi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi (PPIDT) Kemennakertrans. Setelah pemanggilan, Badan Anggaran justru 'ngambek' dan memboikot pembahasan RAPBN tahun 2012.