Rabu, 3 Juni 2026

Bom Bunuh Diri Solo

Serangan Bom Bunuh Diri Solo Hanya Pengalihan Target

Semenjak serangan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo, kelompok fardiah jaringan Klaten dan Sunda bak hilang ditelan bumi.

Tayang:
Penulis: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribunnnews.com Ade Mayasanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semenjak serangan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo, kelompok fardiah jaringan Klaten dan Sunda bak hilang ditelan bumi. Komunikasi handphone yang kerap dilakoni tiba-tiba senyap.

"Setelah serangan Solo, mereka mematikan HP," kata Pengamat Intelijen Dynno Chressbon kepada Tribunnews.com, Senin (26/9/2011).

Atas kejadian tersebut, Dynno pun memberi warning kepada aparat Densus. Dynno menengarai, serangan ke Solo sebagai pengalihan isu. Ada target besar yang akan dilakukan kelompok teroris di Indonesia.

"Saya mendapat informasi 50 orang mereka sudah berada di wilayah Indonesia timur," ujarnya seraya mengemukakan, para mujahidin ini tengah menanti pasokan bahan untuk melancarkan aksi mereka.

Hayat sendiri masuk dalam lima daftar buronan yang diburu Tim Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri, selain Mochammad Syarif pengebom bunuh diri di masjid adzikra.

Empat orang tersisa yang masih menjadi incaran Densus adalah Nanang Irawan alias Nang Ndut alias Gndutt alias Ndut, Heru Komarudin, Yadi al Hasan alias Abu Fatikh alias Vijay alias Yadi, dan Beni Asri.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved