Kamis, 11 Juni 2026

Malaysia Caplok Camar Bulan

Miris, Putera Indonesia Jadi Tentara Diraja Malaysia

Kenyataan banyaknya anak-anak keturunan Bugis jadi tentara di Malaysia membuat politisi Partai Hati Nurani Rakyat, Akbar Faisal

Tayang:
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenyataan banyaknya anak-anak keturunan Bugis jadi tentara di Malaysia membuat politisi Partai Hati Nurani Rakyat, Akbar Faisal, miris. Terlahir di Indonesia tapi mereka bekerja sebagai Tentara Diraja Malaysia. Meski sebagai Tentara Diraja Malaysia, mereka tak melupakan kampung halamannya dan tetap datang ke rumah orangtuanya.

Pengalaman pahit itu dirasakan Akbar ketika berkunjung ke Pulau Sebatik, Kalimantan Timur. Di pulau ini penduduknya hampir 90 persen asal Bugis. "Kalau mereka libur kembali ke Indonesia, berkunjung ke rumah orangtuanya," ujar Akbar ditemui di Ruang Fraksi Hanura, DPR RI, Rabu (12/10/2011).

Fakta mengejutkan lain yang didapat Akbar, di Pulau Sebatik ini hampir semua produk yang digunakan masyarakatnya adalah buatan Malaysia, seperti gas dan gula. Untuk kebutuhan BBM, tak ada Pertamina, yang ada hanya Petronas.

Banyak hal, kata Akbar, persoalan perbatasan minim menjadi perhatian pemerintah. Munculnya pergesaran patok batas wilayah ini tak terjadi sekali dua kali. Ia mengaku, pergeseran-pergeseran patok sering terjadi di perkebunan sawit.

Akbar juga mengkritik perhatian pemerintah kurang fokus bekerja soal perbatasan. Ia menyebut contoh bagaimana Kementerian PDT melakukan seminar di Jakarta, padahal mereka punya fokus di daerah tertinggal.

"jadi apa gunanya itu. Akhirnya kan terjebak juga dalam wilayah pencitraan. PU misalnya, boro-boro mengatasi perbatasan, mengurusi tol saja tidak bisa. Maka kemudian naik lah harga tol itu," terangnya lagi.

Dikatakannya, banyak pencurian kayu terjadi. Dari cerita yang ia dengar, banyak kayu asal Indonesia dicuri dengan digelindingkan ke perbatasan. Lalu, mobil-mobil Malaysia, truk pengangkut kayu sudah siap angkut dan langsung bawa pergi di atas jalan mereka yang mulus.

"Jadi menurut saya, kita bangsa yang suka ribut-ribut kalau ada klaim dan segala macam. Nanti kalau tidak ada klaim biasa saja," sesalnya.

Ribut-ribut saoal batas wilayah mengemuka lagi setelah muncul pemberitaan wilayah Camar Bulan dicaplok Malaysia.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved